IBX5AB2239155449 5 Hal yang Wajib Ditanyakan ke Dokter Pra Operasi Katarak
Podcast Hydrant

Lifestyle Media

Media Gaya Hidup Orang Indonesia | Panduan Untuk Millenials

5 Hal yang Wajib Ditanyakan ke Dokter Pra Operasi Katarak

Rating Dong

Meski tingkat kesuksesan operasi katarak terbilang tinggi, pasien disarankan untuk tetap kritis saat berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk menjalaninya. Pasalnya, keselamatan mata dan keamanan operasi harus diutamakan. Berikut 5 hal yang wajib ditanyakan.

Dokter Pra Operasi Katarak
Dokter Pra Operasi Katarak

Katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh dan mengakibatkan penglihatan menjadi buram. Jenisnya banyak, namun yang paling banyak terjadi adalah katarak yang disebabkan oleh proses penuaan.

Katarak yang disebabkan oleh proses penuaan disebut Katarak Senilis. Jenis katarak ini tidak dapat dihindari. Layaknya rambut yang berubah menjadi putih (uban) saat usia makin bertambah, katarak jenis ini terjadi pada semua orang tanpa terkecuali.

Katarak hanya dapat disembuhkan dengan operasi. Namun tergantung pada masing-masing kondisi katarak, ada yang sifatnya mendesak, ada juga yang masih bisa ditunda.

Namun meski masih bisa ditunda, semakin lama dibiarkan, katarak akan semakin menebal dan mengeras. Dalam tahapan yang lebih lanjut, katarak yang sudah mengeras bisa jadi lebih sulit untuk dihilangkan.

Ketika Dokter memutuskan bahwa operasi katarak harus dilakukan pada Anda, atau orang-orang terdekat Anda, terdapat 5 hal yang wajib ditanyakan sebelum memutuskan jadwal operasi:

1. Apa Saja Risiko Operasi Katarak?

Meski berbagai fakta penelitian dan angka statistic menunjukkan bahwa tingkat kesuksesan operasi katarak terbukti tinggi, pasien tetap berhak dan wajib menanyakan risiko-risiko yang dapat terjadi dari operasi katarak.

Jadi, apabila merasakan gejala-gejala bermasalah pasca operasi, dapat cepat mengambil tindakan dan berkonsultasi dengan dokter. Risiko-risiko yang paling terjadi adalah peradangan, infeksi, pendarahan, pembengkakan, bergesernya posisi lensa buatan, dan lainnya.

2. Seberapa Besar Kemungkinan untuk Mendapatkan Penglihatan Normal Kembali?

Bukan hanya risiko, pasien juga wajib menanyakan dokter mengenai tingkat keberhasilan operasi katarak yang akan dilakukan. Pasalnya, ini berbeda-beda pada tiap orang.

Ada yang kembali mendapatkan penglihatan normal, tanpa bergantung pada kacamata minus. Namun ada yang masih membutuhkan kacamata sesudah operasi katarak.

Ada juga yang tidak butuh kacamata minus lagi, namun ada bayangan bintik-bintik saat melihat. Kondisi ini dinamakan floaters dan tidak dapat dilakukan tindakan pengobatan. Pasien patut berkonsultasi mengenai semua kemungkinan ini ke Dokter sebelum operasi.

3. Apa Saja Pemeriksaan Pra Operasi Katarak?

Keselamatan mata dan keamanan operasi adalah hal yang wajib dipastikan. Sudah sepatutnya dokter melakukan sejumlah pemeriksaan dalam prosedur operasi katarak.


Tidak sembarangan, contohnya di KMN EyeCare yang sebelumnya dikenal sebagai Klinik Mata Nusantara. Terdapat tahap-tahap pemeriksaan komprehensif yang memastikan kondisi mata dan tubuh secara keseluruhan.

Termasuk di antaranya, pemeriksaan kondisi kornea mata dengan specular microscope, rekam jantung atau EKG (elektrokardiogram), hingga tes darah laboratorium. KMN EyeCare juga melakukan pemeriksaan terhadap retina, bagian mata paling sulit karena letaknya yang paling belakang.

Teknologi OPTOS mendukung pemeriksaan retina di KMN EyeCare hingga diagnosis lebih akurat. Alat ini dapat mendeteksi gangguan retina dengan menghasilkan gambar retina 200 derajat dalam satu kali foto, yang disebut sebagai “optomap.”

KMN EyeCare adalah pusat layanan kesehatan mata pertama dan satu-satunya yang memiliki OPTOS di Indonesia.

Selain itu, terdapat juga pemeriksaan Biometri IOL (introokular) Master untuk mengetahui ukuran dan jenis lensa mata yang bisa ditanamkan. Seluruh pemeriksaan pra operasi katarak di KMN EyeCare ini bertujuan untuk meminimalisir terjadinya risiko dan meningkatkan tingkat keberhasilan operasi katarak.

Terutama, untuk menentukan pilihan lensa yang terbaik untuk menggantikan lensa alami yang terkena katarak. Pasien harus berkonsultasi dengan dokter mengenai pilihan lensa yang ada.

4. Apa Saja yang Terjadi di Hari Operasi Katarak?

Teknik operasi katarak terkini yang paling banyak dipakai di seluruh dunia adalah FAKOEMULSIFIKASI. Waktu yang dibutuhkan untuk operasi katarak dengan metode fakoemulsifikasi terhitung pendek, yakni 15 hingga 20 menit untuk satu mata.

Secara garis besar, tahapan operasi katarak meliputi pembukaan sayatan yang sangat kecil (kurang dari 3 milimeter), kemudian alat setipis jarum dimasukkan ke lensa di mana katarak tumbuh.

Alat tersebut akan mentransmisi gelombang ultrasound untuk menghancurkan katarak menjadi kepingan-kepingan kecil – yang kemudian disedot keluar. Lensa baru kemudian dimasukan melalui sayatan kecil yang sama untuk ditanam.

5. Apa yang Akan Terjadi Setelah Operasi Katarak?

Setelah operasi selesai dalam hitungan menit, mata akan ditutup dan pasien akan dibiarkan istirahat sembari diawasi oleh tim medis yang berjaga-jaga seandainya terjadi suatu masalah. Hampir semua operasi katarak tidak membutuhkan rawat inap.

Pasca operasi, dokter akan memberikan obat tetes mata khusus yang dapat membantu pemulihan dan mengurangi risiko infeksi. Kacamata atau pelindung mata juga dapat disarankan untuk menambah proteksi pada mata yang telah dioperasi.

Yang pasti, dokter akan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan pasca operasi untuk memantau keadaan mata. Ini dapat terjadi dalam satu hari setelah operasi, tujuh hari, maupun diulang hingga beberapa minggu. Biasanya, pemulihan total terjadi dalam waktu delapan minggu.

Demikian informasi mengenai 5 pertanyaan penting yang wajib diajukan kepada dokter yang memutuskan bahwa operasi katarak harus dilakukan. Konsultasi dengan dokter mata adalah jalan terbaik untuk menentukan diagnosis dan cara terbaik dalam menangani katarak.

Shinta Zevanya

Freelance Writter at SZO Corporate
Kemang, Jakarta Selatan, alumni FISIP Universitas Tarumanegara
Shinta Zevanya