IBX5AB2239155449 Mengenal Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan, dan Cara Menanganinya
Wigobet

Lifestyle Media

Media Gaya Hidup Orang Indonesia | Panduan Untuk Millenials

Mengenal Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan, dan Cara Menanganinya

Rating Dong

Penyakit penglihatan mata glaukoma mungkin belum begitu dikenal orang dibandingkan katarak. Padahal, penyakit ini adalah penyebab kebutaan utama nomor dua setelah katarak – di seluruh dunia. Bahkan lebih parah dari katarak, kebutaan yang disebabkan oleh glaukoma sifatnya permanen.

Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan
Glaukoma, Si Pencuri Penglihatan

Glaukoma adalah penyakit yang menyerang saraf optik mata, bagian yang sangat vital dalam menghasilkan penglihatan yang baik. Glaukoma biasanya disebabkan tekanan bola mata yang tinggi. Tekanan bola mata tinggi bisa disebabkan karena gangguan aliran keluar cairan bola mata (aqueous humor).

Peningkatan tekanan bola mata biasanya timbul perlahan dan kerusakan yang ditimbulkan pun bertahap. Seringkali penderita glaukoma tidak merasakan tanda-tanda atau gejala, hingga tidak menyadari adanya gangguan penglihatan. Kondisi tersebut bisa disebut glaukoma kronis, ketika penyakit sudah di tahap yang lebih parah, barulah penderita mulai merasakan gangguan penglihatan.

Awalnya, penglihatan tepi atau periferal mulai buram, kemudian hilang. Layaknya sedang melihat di dalam lorong, di mana tidak terlihat apapun di sisi kiri maupun kanan. Hingga akhirnya penglihatan sentral atau fokus hilang juga.

Ada juga jenis peningkatan tekanan bola mata secara tiba-tiba yaitu jenis glaukoma akut. Gejala-gejala glaukoma ini meliputi rasa pusing yang berlebihan, nyeri pada mata, rasa mual hingga muntah-muntah hebat. Kemudian disusul oleh penglihatan yang mulai terganggu. Gejala-gejala ini merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani.

Meski kondisi glaukoma sangat membahayakan, karena dapat mengancam hilangnya penglihatan yang tak dapat kembali, belum ada obat atau terapi di dunia yang dapat menyembuhkan penyakit ini secara total dari penderitanya. Yang dapat diatasi adalah mencegah perburukan penyakitnya dengan cara mengontrol tekanan bola mata agar tetap normal.

Jadi bagaimana mengatasi glaukoma? Kuncinya adalah dengan melakukan deteksi dini.

Dengan deteksi dini, penderita glaukoma jadi memiliki kesempatan untuk menjalani pengobatan dan/atau operasi yang dapat mencegah perburukan kerusakan saraf optik mata sehingga memperlambat hilangnya penglihatan atau kebutaan. Penderita yang melakukan perawatan sedari dini memiliki potensi lebih besar untuk mempertahankan penglihatannya hingga sekitar 20 tahun.

Inilah salah satu bukti pentingnya pemeriksaan mata secara komprehensif dilakukan secara regular. Pemeriksaan mata idealnya dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. Terlebih lagi, jika sudah berumur 40 tahun ke atas atau memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga.

Dalam pemeriksaan glaukoma, dokter akan menanyakan faktor-faktor risiko seperti riwayat keluarga, penyakit lain yang dimiliki misal diabetes, obat – obatan yang dikonsumsi seperti steroid dan sebagainya. Dilanjutkan dengan pemeriksaan dengan alat.

Di KMN EyeCare, pemeriksaan glaukoma dengan alat meliputi tonometer, pakimetri, perimetri, hingga Tomografi Koherensi Optik atau Optical Coherence Tomography (OCT). Alat-alat ini dapat mengukur tekanan bola mata atau intraokular (tonometer), ketebalan kornea (pakimetri), luas lapang pandang (perimetri) dan OCT berfungsi untuk mengambil gambar yang dapat mendokumentasikan kerusakan yang ada pada saraf optik.

Jika glaukoma terdeteksi, penanganannya meliputi pengobatan, tindakan laser, operasi, atau kombinasi dari antara ketiganya. Namun ingat, penanganan ini sifatnya menyelamatkan penglihatan yang masih ada (tersisa). Penglihatan yang sudah hilang karena glaukoma tidak dapat dikembalikan.

Penanganan atau tatalaksana yang dipilih tergantung pada jenis dan kondisi penderita glaukoma. Pengobatan mencakup obat tetes mata khusus glaukoma yang harus digunakan terus-menerus seumur hidup. Di KMN EyeCare, tersedia juga layanan laser dan operasi untuk glaukoma, yakni iridotomi, iridoplasti, trebekuloplasti, trabekulektomi, hingga penanaman alat pengeluaran cairan glaukoma.

Penanganan glaukoma dengan obat-obatan, laser maupun operasi, secara garis besar, bertujuan untuk melancarkan aliran pembuangan cairan mata yang tersumbat dan mengurangi tekanan intraokular, agar tekanan bola mata tetap normal.

Perkembangan penglihatan glaukoma dapat diperlambat, meski tak dapat dilenyapkan. Deteksi dini sangat penting dalam menanganinya. Jangan sampai terlambat, cegah glaukoma yang mencuri penglihatan Anda!

Ranika Bagun

Reporter at InaKoran.com
Ranika Bagun adalah senior reporter di InaKoran.com dan saat ini masih menjadi aktifis di salah satu organisasi jurnalis di Indonesia.Rani juga merupakan lulusan Deakin University, Australia.
Ranika Bagun