Podcast Hydrant

Lifestyle Media

Media Gaya Hidup Orang Indonesia | Panduan Untuk Millenials

Konten Grey Area Cameo Project Tentang Content Creator

Rating Dong

Di Konten Grey Area dari Cameo Project, Martin dan Coki Pardede bicara tentang pandangan mereka mengenai beberapa fenomena yang terjadi di dunia nyata terkait YouTube. Salah satunya tentang content creator dan pengaruhnya terhadap penonton karya dari content creator tersebut.

Grey Area Martin dan Coki Pardede Zingga Nusantara
Grey Area Martin dan Coki Pardede Zingga Nusantara

Ada komentar dari salah satu netizen bernama Ahmad Saufie Abie yang sangat baik dan sangat disorot dalam konten dari Cameo Project ini. Dia menuturkan stand point dari dirinya untuk konten Grey Area dari Martin Cameo dan Coki Pardede ini.

Menciptakan Konten

Content creator tugasnya hanya “menciptakan konten” dan brainstorming bagaimana kontennya menjadi lebih berkualitas hari demi hari (dari aspek seninya saja, tidak perlu sampai ke aspek moral, etc.). Terlepas apakah pilihan si kreator kedepannya juga ingin memperhatikan aspek moral, seperti yang dikatakan bang coki, itu kembali lagi ke pilihan pribadi masing-masing kreator.

Perbedaan Pandangan

Ada dua perbedaan pandangan disini, bang martin lebih memprioritaskan bagaimana caranya konten memberikan efek yang lebih baik ke masyarakat, karena menurut bang martin masyarakat Indonesia masih belum berada di tahap “menerima” dan “terbuka”, dan juga kemajemukan masyarakat Indonesia yang tidak dapat kita kontrol 100%. Sedangkan bang coki lebih mengedepankan konsep “freedom”, karena gue tau, bang coki dan bang muslim sudah lama mempunyai keinginan untuk menciptakan masyarakat yang menjunjung tinggi kebebasan dan toleransi (tanpa harus mengesampingkan nilai moral, agama, dll.), maka dari itu bisa kita lihat sendiri konten-konten mereka mencerminkan “misi” mereka sendiri.

Belajar Terbuka

Teruntuk masyarakat/netizen, saya sependapat sekali dengan apa yang dikatakan bang coki, sudah saatnya sekarang masyarakat harus belajar terbuka, dan harus bisa memfilter sendiri mana konten yang mau dinikmati, the choice is in your hands, kita gak bisa memaksa dan berekspektasi lebih kepada para konten kreator, karena balik lagi seperti yang gua katakan di poin 1, tugas mereka hanya membuat untuk kalian nikmati. Kalau memang mau mencari yang lebih “bermoral”, silahkan cari di guru, ustadz, pendeta, dll.

Balancing The Situation

Lagi-lagi gue setuju dengan statement bang coki, bahwa memang harus ada konten yang fungsinya “balancing the situation”, disamping konten bang coki yang sifatnya pushing the boundary, harus ada juga konten yang dalam tanda kutip memberikan “batasan” pada boundary tersebut, maksud gue, boleh saja konten seperti bang coki & muslim yang sangat bebas tetap ada, agar masyarakat kita “evolve to the next level”, namun juga harus dibarengi dengan konten yang memberikan “batasan”, seperti moral, agama. Agar konten inilah yang memberi kita petunjuk, bahwa hal ini salah, hal ini benar, sehingga akan tercipta masyarakat yang benar-benar maju dalam berpikir dan bertindak.

Buat kamu yang belum menonton, silahkan lihat disini.