Podcast Hydrant

Lifestyle Media

Media Gaya Hidup Orang Indonesia | Panduan Untuk Millenials

NET TV Siapkan Pilihan PHK Masal untuk Karyawan?

Rating Dong

Dalam waktu dekat ini terdengar, NET TV yang merupakan stasiun televisi termuda di Indonesia tak sanggup lagi bersaing dengan para kompetitor. Pihak perusahaan dinilai sudah menyiapkan langkah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal karyawan.

NET TV PHK Masal?
NET TV PHK Masal?

Keresahan dikalangan karyawan mulai meletup ke permukaan karena sudah ada sosialisasi rencana pengurangan karyawan. Misalnya saja, divisi news yang berjumlah 180 orang, akan dikurangi hingga 30 orang jurnalis saja.

Pada pukul 08.52 WIB, NET TV masuk dalam 10 trending topic terpopuler Indonesia. Jumlah netizen yang menuliskan tweet dengan kata ini sudah mencapai 23.600 tweet.

“News lagi gonjang-ganjing nih, gw juga bisa kena,” kata salah seorang jurnalis TV senior NET TV, yang enggan disebut namanya, Kamis (8/8/2019).

Netizen

NET TV adalah merek dagang dari PT Net Visi Media, Perusahaan televisi milik Grup Indika yang pada Agustus 2018 menjual saham kepada publik melalui IPO dengan target perolehan dana hingga Rp1 triliun.
Rencana PHK massal itu, juga akan melanda divisi lain. Profesional seperti camera person, editor dan produser akan diberlakukan sama.

Suasana kerja di lingkungan NET TV mulai terasa sendu. “Udah mulai enggak enak kerja nih, walau gaji belum dipotong” ungkap jurnalis senior itu.

Mereka ditawarkan mengundurkan diri dengan uang pesangon tiga bulan ke depan, bukan menggunakan rumusan sesuai UU Ketenagakerjaan.

Namun di sisi lain perusahaan dengan nama PT NET Media Tama ini juga punya sisi positif dari kucuran dana startup unicorn Indonesia, yaitu Tokopedia yang mendapatkan kucuran dana US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun (kurs Rp 14.000) ke Indonesia melalui Grab. Investasi itu pun ada opsi tambahan US$ 1 miliar sehingga dana investasinya US$ 3 miliar atau Rp 42 triliun selama tiga tahun ke depan.

Tokopedia juga bakal memanfaatkan suntikan modal yang didapatkan dari Softbank untuk mengembangkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) di Indonesia.

Salah satu yang akan dikembangkan oleh Tokopedia, adalah gudang pintar atau smart house dan smart logistic. Gudang pintar dibangun untuk mempercepat arus pengiriman barang produk e-commerce.

Jojoe Saputra

Lawyer at Street Lawyer
Street Lawyer | Writter | Love Consultant
Jojoe Saputra