IBX5AB2239155449 Gaji Karyawan di Indonesia Diprediksi Naik 3,7 Persen dari Sebelumnya 3,4 Persen Pada Tahun 2018 - Lifestyle Media
Wigobet

Lifestyle Media

Media Gaya Hidup Orang Indonesia | Panduan Untuk Millenials

Gaji Karyawan di Indonesia Diprediksi Naik 3,7 Persen dari Sebelumnya 3,4 Persen Pada Tahun 2018

Rating Dong

Prediksi kenaikan gaji yang diterbitkan oleh Korn Ferry (NYSE: KFY) mengungkapkan bahwa gaji di Indonesia diperkirakan naik 7,8 persen. Namun setelah memperhitungkan tingkat inflasi Indonesia yang diperkirakan sebesar 4,1 persen, maka kenaikan gaji riil di Indonesia pada tahun 2019 diprediksi sebesar 3,7 persen, naik dari sebelumnya 3,4 persen tahun lalu.

Hasil riset Korn Ferry

“Kenaikan gaji tersebut mencerminkan optimisme di kalangan profesional bidang pengembangan SDM di Indonesia walaupun masih banyak tantangan, antara lain tantangan ekonomi, sosial dan budaya. Kalangan industri di Indonesia melihat adanya kesempatan untuk pertumbuhan bisnis. Demikian pula, para karyawan juga melihat kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Stevanus Grandy Budiawan, Head of Products Group, Korn Ferry Indonesia.

Gaji di wilayah Asia diprediksi naik 5,6 persen, naik dari 5,4 persen pada tahun 2018. Kenaikan gaji riil di Asia setelah memperhitungkan tingkat inflasi diperkirakan naik 2,6 persen, yang merupakan kenaikan terbesar di seluruh dunia. Namun persentase ini turun dari tahun 2018 yang mencapai 2,8 persen.

Negara-negara di Asia yang juga diprediksi mengalami kenaikan gaji dari tahun ke tahun termasuk Vietnam yang diperkirakan naik 4,8 persen dari sebelumnya 4,6 persen pada tahun 2018 dan Singapura yang diperkirakan naik 3,0 persen dari sebelumnya 2,3 persen tahun lalu.

Sebagian besar wilayah di seluruh dunia diprediksi mengalami persentase kenaikan gaji riil yang lebih rendah

Secara global, kenaikan gaji riil diprediksi hanya naik rata-rata 1,0 persen pada tahun 2019, menurun dibandingkan prediksi tahun 2018 yang mencapai 1,5 persen.

“Dengan laju inflasi yang meningkat di sebagian besar wilayah di seluruh dunia, kami memprediksi adanya penurunan kenaikan gaji riil secara global,” kata Bob Wesselkamper, Korn Ferry Global Head of Rewards and Benefits Solutions. “Persentase kenaikan atau penurunan gaji berbeda untuk setiap jabatan atau tingkatan, industri, negara dan wilayah. Namun satu hal yang sudah pasti, yaitu karyawan rata-rata tidak memperoleh persentase kenaikan gaji seperti tahun lalu.”

Eropa Timur lebih baik dari Eropa Barat

Menurut prediksi Korn Ferry, karyawan di wilayah Eropa Timur diprediksi memperoleh kenaikan gaji sebesar 6,6 persen pada tahun 2019. Setelah memperhitungkan tingkat inflasi, maka kenaikan gaji riil adalah 2.0 persen, naik dari 1,4 persen tahun lalu. Di wilayah Eropa Barat, karyawan diperkirakan memperoleh kenaikan gaji yang lebih rendah, dengan rata-rata kenaikan gaji sebesar 2,5 persen, dan kenaikan gaji riil setelah memperhitungkan tingkat inflasi diperkirakan sebesar 0,7 persen. Besaran ini lebih rendah dari prediksi kenaikan gaji riil tahun lalu sebesar 0.9 persen.

Tingkat pertumbuhan gaji di Amerika Utara tertinggal dibandingkan wilayah lainnya

Di wilayah Amerika Utara, rata-rata kenaikan gaji diprediksi mencapai 2,8 persen di tahun 2019 dan setelah memperhitungkan tingkat inflasi, kenaikan gaji riil diperkirakan sebesar 0,6 persen.

Hasil riset Korn Ferry

Di Amerika Serikat, kenaikan gaji diperkirakan rata-rata sebesar 3 persen, sama dengan tahun – tahun sebelumnya. Setelah memperhitungkan tingkat inflasi yang diperkirakan sebesar 2,4 persen di tahun 2019, kenaikan gaji riil diprediksi sebesar 0,6 persen, menurun dari tahun lalu yang mencapai 1 persen. Para karyawan di Kanada diprediksi memperoleh kenaikan gaji sebesar 2,6 persen, dan setelah memperhitungkan estimasi tingkat inflasi sebesar 2.0 persen, mereka juga memperoleh kenaikan gaji riil sebesar 0,6 persen.

Inflasi mengakibatkan kenaikan gaji di Afrika menjadi tidak berarti

Walaupun wilayah Afrika diprediksi mengalami kenaikan gaji sebesar 7,7 persen, namun tingginya tingkat inflasi menjadikan kenaikan gaji riil mereka hanya sebesar 0,9 persen. Gaji di Mesir diprediksi naik 15 persen, namun adanya tingkat inflasi yang diperkirakan sebesar 14,4 persen menjadikan kenaikan gaji riil hanya sebesar 0,6 persen.

Amerika Latin diprediksi mengalami penurunan gaji riil dari tahun ke tahun

Karyawan di Amerika Latin diprediksi memperoleh kenaikan gaji sebesar 4,6 persen. Setelah memperhitungkan tingkat inflasi, kenaikan gaji riil di wilayah ini diperkirakan sebesar 1,3 persen, menurun dari prediksi kenaikan gaji riil sebesar 2,1 persen tahun lalu.

Timur Tengah mengalami kenaikan gaji riil terendah kedua

Di wilayah Timur Tengah, gaji diperkirakan naik 3,6 persen dibandingkan 3,8 persen tahun lalu. Kenaikan gaji setelah memperhitungkan tingkat inflasi diperkirakan sebesar 0,4 persen. Persentase ini menurun dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 0,9 persen dan 2,5 persen dua tahun lalu. Negara-negara di Uni Emirat Arab diprediksi mengalami keadaan yang lebih baik tahun ini dengan perkiraan tingkat inflasi sebesar 3,2 persen dan perkiraan kenaikan gaji sebesar 3,9 persen, yang berarti bahwa kenaikan gaji riil adalah sebesar 0,7 persen. Kenaikan gaji riil tahun lalu diperkirakan turun hingga -0,5 persen.

Wilayah Pasifik mengalami kenaikan gaji paling rendah

Gaji di wilayah Pasifik diperkirakan naik 2,5 persen dan setelah meperhitungkan tingkat inflasi, kenaikan gaji riil diprediksi sebesar 0,3 persen. Australia diprediksi mengalami kenaikan gaji sebesar 2,5 persen dengan perkiraan tingkat inflasi 2,3 persen dan kenaikan gaji riil sebesar 0,2 persen. Di Selandia Baru, kenaikan gaji diprediksi sebesar 2,5 persen dan setelah memperhitungkan tingkat inflasi yang diperkirakan sebesar 2,2 persen, maka kenaikan gaji riil adalah sebesar 0,3 persen.