Usaha Angkringan: Menguntungkan atau Tidak?

Usaha Angkringan yang Semakin Menjamur di Perkotaan

Zingga Nusantara – Warung angkringan seringkali kita jumpai di pinggiran jalan. Usaha Angkringan ini merupakan bisnis yang saat ini sedang menjamur. Binsis modal kecil menguntungkan seperti angkringan ini banyak dipilih lantaran propek pasarnya masih menunjukkan tanda-tanda baik, dimana usaha angkringan semacam ini tidak terpengaruh trend, hanya saja terkadang padatnya pemain di lokasi yang sama membuat terjadinya persaingan antar pedagang.

Namun terlepas dari itu peluang usaha yang satu ini tetap diminati oleh mereka yang tahan tidak tidur hingga pagi. Dan lagi, konsumen angkringan ini boleh dibilang datang dari berbagai kalangan. Usaha angkringan memang menjual beragam makanan murah meriah, namun siapa sangka bahwa konsumennnya justru datang dari kalangan bawah, menengah hingga atas.

Salah satu buktinya pun cukup nyata bisa kita lihat di areal kampus, dimana cukup banyak sekali angkringan yang kebanyakan memiliki konsumen terbesar adalah mahasiswa. Dan untuk angkringan di areal pusat kota, bahkan biasa dijadikan sarana nongkrong oleh para komunitas-komunitas tertentu.

Usaha angkringan memang usaha yang nyata bahwa modalnya boleh dibilang rendah. Bagamana tidak, media berjualannya saja hanya gerobak sederhana khas angkringan yang banyak terdapat di wilayah jasa tengah. Selain itu makanan yang dijual juga merupakan makanan-makanan khas jawa yang murah meriah, dan juga camilan yang dijual di bisnis angkringan juga merupakan camilan murah namun bukan murahan, seperti kacang rebus, keripik, kedelai goreng dan lain-lain.

Untuk nasi biasa dikemas dengan bungkusan-bungkusan kecil dari daun pisang dengan harga yang cukup terjangkau yakni 150 perbungkus, para langganan pun dimanjakan dengan berbagai lauk murah meriah seperti tempe mendoan, dadar jagung, tahu isi dan lain-lain.

Para konsumen bebas memilih tempat duduk. Biasanya pelaku usaha angkringan menyediakan kursi dan lesahan yang tentunya lebih terkesan santai.

Dari beberapa hal tersebut, maka angkringan sendiri mampu memikat pangsa pasar kuliner malam hari. Sehingga meskipun bisnis semacam ini modalnya cukup renah, namun bila didirikan di lokasi yang strategis, maka bisa dipastikan konsumennya bisa saja datang dari berbagai kalangan.

Selain itu beberapa angkringan lebih sering terlihat ramai, lantaran seringnya dijadikan tempat ngobrol, baik oleh orang umum, mahasiswa, maupun komunitas tertentu. Meski nampak potensial untuk dibuka sebagai usaha kaki lima yang buka dimalam hari, namun bila atak memperhatikan beberapa hal penting, tentunya bisa saja tak berjalan dengan baik.

Untuk usaha angkringan terpenting adalah menyediakan menu makanan jawa namun tetap menjaga kualitas rasa yang akrab bagi lidah orang kebanyakan. Selain itu kebersihan juga perlu dijaga dengan baik.

Sisi unik dan menarik kenapa bisnis angkringan bisa memiliki daya pikat adalah nilai tradisional dari gerobak, dan suasana pada angkringan yang banyak orang ngobrol yang menjadikan kesan hangat  dan punya daya tari tersendiri.

(zna)