Trunyan Old Fashion Khas Jimbaran, Bali

I Gede Khrisna, peracik trunyan
I Gede Khrisna, peracik minuman trunyan

Zingga Nusantara – I Gede Basudewa Krisna Sirgantara selaku bartender di Martini Bar, Rimba Jimbaran Bali, sangat lihai dalam mencampur minuman dan menghasilkan rasa yang berbeda di setiap racikan yang Ia buat. Salah satunya trunyan, minuman dari Bali.

Selanjutnya, Krisna mengambil ginger juice, brown sugar, sirop cendana, lemon juice dan orange marmalade atau jelly kintamani dan diblender.

Lantas wiski yang dibakar tadi dan hasil blender dicampur dalam shaker yang diisi es batu berkualitas baik. Sambil tersenyum, Krisna lantas mengocok shaker tadi sebanyak 8 kali atau sekitar 5 detik.

Setelah itu, hasilnya dituangkan ke dalam skull glass yakni gelas yang ditempatkan dalam tatakan berbentuk tengkorak.

Bentuk tengkorak akan mengingatkan tamu atau wisatawan mengenai keberadaan Desa Trunyan di Kabupaten Bangli yang memiliki tradisi unik.

Minuman “Trunyan Old Fashion” dengan skull glass tersaji di atas meja. Di bibir gelas, Krisna meletakkan 7 potongan kulit jeruk serta memasukkan ranting kayumanis untuk mengaduk minuman.
tmb130
Menurut Krisna, minuman ini diciptakan oleh Made Wira Soesana pada Juli 2016. “Ini salah satu minuman terbaik di ajang World Class Mixologist Competition,” kata bartender yang sudah 3 tahun bekerja di Rimba Jimbaran Bali.

Di Martini Bar, lanjut Krisna, selain dirinya ada 2 bartender lagi yang selalu siap melayani tamu. Ia menambahkan, para bartender yang bekerja di Martini Bar kerap ikut kompetisi.

Tamatan Poltek Negeri Bali Jimbaran ini mengaku menyabet juara pertama pada Panca Niaga Bar Academy 2016 di Bali pada 16 September 2016. “Saya akan akan ikut kompetisi tingkat nasional pada 17 Januari 2017,” katanya.

Krisna melanjutkan, sambutan tamu di Rimba Jimbaran Bali terhadap “Trunyan Old Fashion” ternyata positif. Gelas tengkorak di meja merupakan daya tarik pertama tamu saat memasuki Martini Bar dan selanjutnya terusik untuk mencoba “Trunyan Old Fashion”.