Tips Membersihkan List Target di Dunia Email Marketing

Pentingnya Email marketing automation di bisnis Kamu Photo : MailMunch
Photo : MailMunch

Zingga Nusantara – Kamu pasti pernah melihat email yang penuh dari berbagai sumber. Biasanya email yang penuh adalah email utama yang kita pakai untuk berbagai social media, maupun social bookmarking, jadi berbeda dengan pesan elektronik yang kita gunakan untuk berkomunikasi sehari-hari.

Dalam teknik email marketing pun, Kamu yang biasa menggunakan tools automation juga harus melihat seberapa peduli mereka kepada pesan elektronik yang Kamu kirimkan kepada mereka. Jika banyak yang tidak melihat bahkan merespons, lalu untuk apa Kamu terus menerus mengirimkan pesan elektronik kepadanya?

Jawaban dari pertanyaan singkat di atas adalah tentu saja, dan Kamu dapat menyebut ini sebagai “list hygiene”, hal ini memang area yang tidak terlalu diperhatikan dalam email marketing, tapi percayalah, jika Kamu melakukan ini dengan benar, ada banyak keuntungan di dalamnya.

Lalu, apa sih sesungguhnya arti dari list hygiene?

Secara sederhana, list hygiene menjaga list Kamu agar tetap bersih. Secara berkala membuang beban seperti kontak yang tidak aktif, unsubscribers, atau bounce. Kamu mungkin percaya bahwa semakin besar list, semakin bernilai pula. Tapi Kamu harus ingat, kualitas di atas kuantitas. Jadi, lebih baik memiliki 10.000 subscriber yang memang ingin menerima email Kamu dibandingkan dengan 100.000 subscriber yang tidak peduli pada email Kamu.

Langsung saja Saya jabarkan secara singkat tips untuk Kamu yang ingin membersihkan List Email yang memenuhi inbox Kamu.

1. Kurangi beban subscriber

Langkah awal yang harus Kamu lakukan, pertimbangkan untuk membuang subscriber yang sama sekali tidak membuka email Kamu dalam kisaran waktu tertentu. Kenapa? Semakin banyak subscriber yang terikat berarti semakin baik juga deliverability Kamu.

Jika Kamu mengirim email secara berkala, salah satu caranya, Kamu dapat melihat siapa yang tidak membuka email dalam kurun waktu 3 bulan. Lakukan ini secara berkala. Namun sebelum Kamu benar-benar membuang jenis subscriber yang seperti itu, alangkah lebih baik Kamu membaca artikel kami berikut ini mengenai subscriber yang tidak aktif.

2. List ulang kontak Email Kamu

Setelah melakukan cara pertama, sekarang Kamu tahu berapa banyak kontak yang sudah tidak tertarik dengan Kamu, saatnya Kamu memikirkan strategi re-engagement. Ini berbeda dengan win-back email yang mengingatkan kontak untuk membeli seseuatu yang telah mereka abaikan. Sebuah tindakan yang bertujuan untuk menarik kontak agar kembali terhubung dengan email dan brand Kamu.

3. Buat ulang dan susun email yang akan kamu kirim agar terlihat fresh

Kamu tentu tidak mau kehilangan lebih banyak kontak, sebelum Kamu mulai bersih-bersih, Kamu harus memikirkan campaign yang mana yang Kamu targetkan kembali, dan mengapa, serta buyer persona. Apa sih buyer persona itu? Buyer persona adalah target dari pembeli produk kita. Misalkan kamu berbisnis online jualan sepatu futsal, berarti target utama kamu disini adalah laki-laki, dan juga mereka yang punya hobi bermain futsal.

4. Cobalah untuk menggunakan tools automation

Langkah berikutnya adalah bagaimana Kamu dapat memutuskan siapa yang harus menerima dan siapa yang tidak dengan mudah? Jika Kamu coba untuk memfilter secara manual, akan banyak memakan waktu dan tenaga, den tentu dengan tingkat kesalahan tinggi. Untuk mengatasi hal ini Kamu dapat menggunakan marketing automation, contohnya MailChimp dan lain sebagainya. Banyak sekali tools automation sekarang dan banyak perusahaan yang menjual jasa untuk hal tersebut, jadi tidak usah ragu lagi untuk menggunakan hal yang premium jika memang hasilnya nanti bisa maksimal.

5. Ucapan Terimakasih

Untuk hal ini, Kamu tidak boleh lupa untuk membuat “halaman website terimakasih” karena ini merupakan hal yang penting untuk mendekatkan diri dengan pelanggan Kamu, yang harus Kamu ingat dalam strategi pembuatan ini adalah coba buat thumbnail mengenai penawaran lain di “halaman terimakasih” website Kamu tadi.

Jadi intinya tips ini tidaklah susah. Hanya perlu ketekunan dan niat untuk mencoba, karena jika Kamu tidak mencoba, maka Kamu tidak akan tahu bagaimana bisnis yang Kamu jalani itu akan berkembang sampai mana. Tetap berdoa dan berusaha. Cheers ^_^.