Ini Dia Tips Memaksimalkan Email Marketing Kamu

Illustration by hostingpill | email marketing dan landing page
Illustration by hostingpill

Zingga Nusantara Saat Kamu akan mengirim email marketing kepada subscriber, Kamu pastinya ingin agar mereka melakukan sebuah aksi terhadap email Kamu entah itu melakukan sign up newsletter, berbelanja di website Kamu, download pdf, atau apapun yang Kamu kehendaki. Namun, bagaimana Kamu membuat subscriber tersebut melakukan apa yang Kamu inginkan? Yang pertama Kamu pikirkan mungkin adalah dengan membuat email campaign yang benar-benar menonjol, akan tetapi tentu hal tersebut saja tidak cukup. Lalu apa yang dapat Kamu lakukan?

Jawaban dari pertanyaan di atas adalah memasang email campaign dengan landing page. Kamu dapat menyimak artikel ini untuk mengetahui cara agar email campaign dan landing page dapat bekerja beriringan.

Bagaimana email campaign dan landing page dapat bekerja bersama?

Kamu membuat sebuah email yang efektif yang memiliki tujuan jelas (jangan lupakan desain email yang menarik). Ketika subscriber klik CTA yang ada di dalam email, mereka akan diarahkan ke landing page yang berisi informasi lebih rinci dari email yang Kamu kirim.

Apa yang membuat landing page itu menjadi efektif?

1. Fokus pada subjek di landing page yang kamu buat

Kamu mengirim email, Kamu menawarkan sesuatu. Subscriber yang klik CTA dalam email Kamu harusnya diarahkan ke landing page yang berisi informasi lengakap tawaran dalam email Kamu dan bukanya diarahkan ke homepage.

Apa yang akan terjadi jika tidak ada landing page khusus dan subscriber diarahkan ke homepage Kamu? mereka harus mencari lagi halaman mana yang berisi tawaran dalam email Kamu. Sangat tidak efektif. Inilah mengapa Kamu butuh landing page agar subscriber yang klik CTA dalam email Kamu langsung diarahkan ke halaman yang Kamu inginkan.

2. Tulis inti dari landing page dengan bahasa yang mudah dimengerti

Kamu harus membuat subscriber tetap fokus, jadi landing page yang Kamu buat harus mengikuti email yang Kamu kirim. Baik email dan landing page harus memiliki desain yang sama. Mengapa? Jika desain keduanya sama, subscriber akan langsung paham bahwa keduanya berhubungan, dan ini memudahkan mereka untuk mengambil keputusan.

Lalu landing page yang baik itu yang seperti apa sih?

Kamu ingin membuat sebuah landing page dengan desain yang sempurna, tapi Kamu tidak bisa mendesain sesuatu yang sederhana. Banyak sekali penyedia jasa layanan sekarang ini yang bisa membantu Kamu dalam mengerjakan hal tersebut. Kamu juga dapat memilih desain dari template yang telah disediakan, Kamu hanya tinggal mengedit sedikit isi dan tampilannya.

Tips untuk membuat email dan landing page yang efektif

1. Kesamaan Email Marketing dan Landing Page

Seperti yang Kami jelaskan sebelumnya, pesan yang ingin Kamu sampaikan harus sama antara email dan landing page. Maksudnya, jika semisal dalam email Kamu menawarkan 50% diskon untuk produk tertentu, landing page harus menawarkan hal yang sama.

2. User Interface yang mudah dimengerti

UI (User Interface) atau tampilan antara email dan landing page Kamu harus sama. Gunakan skema warna yang sama, ukuran huruf yang sama, dan desain yang sama. Saat subscriber klik CTA dan diarahkan ke landing page dengan tampilan yang mirip dengan email, mereka tahu bahwa mereka berada pada halaman yang benar.

3. Gunakan Design yang Simpel, Jangan yang Ribet atau Ramai

Jangan berlebihan dalam mendesain landing page. Kamu tidak butuh lusinan baris kata atau foto yang banyak. Buat simpel, sedikit teks, sedikit gambar, baik itu gambar background ataupun gambar produk. Mungkin Kamu dapat melihat contoh landing page pada artikel kami berikut ini.

4. Coba beri suggesti agar subscriber Kamu Memilih (Masuk ke nilai conversion)

Baik dalam email atau landing page, ingatkan subscriber untuk mengambil keputusan. Misalnya jika Kamu menawarkan free trial selama 30 hari untuk software Kamu, ingatkan mengapa mereka harus mencobanya. Jelaskan keuntungan software Kamu yang membuat mereka ingin mencobanya.

5. Buat Call to Action

Ini adalah bagian penting. Landing page Kamu harus memiliki sebuah call to action. Hanya sebuah CTA (click through action) yang mengarahkan subscriber pada tujuan Kamu, dan tombol untuk CTA ini harus khusus, berbeda dari yang lain, lebih menonjol. Contoh bisa gunakan google form untuk submit data yang kamu perlukan.

6. Gunakan Formulir di Email yang Tidak Ribet dan Terlalu Panjang

Kamu membuat email dan landing page dengan tujuan tertentu, apapun tujuannya, ada kalanya membutuhkan subscriber untuk mengisi form bukan? Kamu mengorek informasi dari subscriber Kamu melalui form, tapi Kamu harus ingat untuk tetap membuat form sependek mungkin. Jangan sampai para pelanggan merasa jenuh dan bosan ketika mengisi form Kamu yang terlalu panjang.

7. Jangan Lupa Cek dan Uji Landing Page Kamu

Sebelum Kamu yakin dengan landing page yang Kamu buat, uji terlebih dahulu, dan pastikan tidak ada kesalahan. Jadi semua terorganisir serta Kamu bisa mendapatkan nilai conversion yang besar juga.

Berdasarkan hal-hal di atas dapat disimpulkan bahwa untuk kesuksesan dan efektivitas email marketing Kamu butuh 2 elemen, email campaign dan landing page. Jadi, tingkatkan efektivitas email marketing Kamu dengan menggunakan landing page mulai dari sekarang.