Tips Aman Mendaki Gunung Bagi Pemula

Pemandangan indah di atas gunung, tak semudah cara menggapainya. Foto by Wira Nurmansyah
Pemandangan indah di atas gunung, tak semudah cara menggapainya. Foto by Wira Nurmansyah

Zingga Nusantara – Kalau diperhatikan secara seksama, semenjak film 5cm tentang keindahan Gunung Semeru, banyak pendaki baru berdatangan dan mancoba mendaki gunung di Indonesia. Tujuan utama mereka tentunya bukan hanya mencapai puncak tertinggi dari gunung tersebut, melainkan mendapatkan pengalaman dan foto serta cerita yang indah, dan dapat kembali pulang dengan selamat bertemu dengan keluarga tercinta.

Dalam melakukan pendakian di gunung, ada beberapa hal yang harus kalian semua persiapkan agar pendakian bisa berjalan lancar dan tidak ada sesuatu yang kurang. Biasanya persiapan ini dilihat dulu dari lokasi tujuan pendakian gunung dan tempat. Apabila lokasinya sangat jauh dari domisili, tentu persiapan harus lebih matang lagi dibanding dengan pendakian yang dekat dari domisili.

Kondisi ketinggian gunung dan lokasi juga mempengaruhi persiapan. Gunung yang biasanya ditempuh lebih dari enam jam perjalanan pendakian harus memiliki persiapan yang lebih dibanding yang pendakian dengan waktu tempuh kurang dari enam jam perjalanan.

Banyak kejadian kalau kita perhatikan di media sosial kita dan televisi, banyak pendaki yang terkena musibah. Mereka sebenarnya memiliki persiapan, namun biasanya ada hal-hal yang mereka tidak lakukan sebagai seorang pendaki. Apa saja kira-kira yang harus diperhatikan ketika Kamu akan mendaki gunung? Kami akan bahas sedikit mengenai tips mendaki gunung yang aman untuk kalian semua travelers Indonesia :

1. Wajib Persiapan Mental dan Fisik Agar Perjalanan Lancar

Mendaki adalah kegiatan yang menguras fisik. Selain fisik, mental juga digunakan untuk kesiapan kamu menghadapi segala yang ada di depan kamu pada saat perjalanan menuju puncak tertinggi suatu gunung. Jika fisik kuat namun mental tidak kuat percuma, Kamu pasti akan mundur karena takut dengan semuanya. Lawan kita sesungguhnya adalah diri kita sendiri dalam hal ini.

Persiapan fisik bisa kamu latih dengan rutin dengan berolah raga terutama lari agar pernapasan terjaga pada saat kamu melakukan pendakian. Jika fisik sudah kuat, kamu coba perkuat mental Kamu. Bagaimana caranya ? Kamu coba lakukan yoga sambil kamu atur pernapasan, lalu kamu coba searching kondisi dan hal apa saja yang kira kira kamu bisa temui di dalam perjalanan menuju puncak tujuan kamu.

Dengan begitu kamu tidak akan takut dengan segala hal yang mungkin kamu temui karena Kamu sudah tahu bagaimana menghadapinya. Mental Kamu juga akan terlatih disini. Mungkin jika pendakian pertama Kamu sukses, maka tidak ada masalah dengan pendakian berikutnya.

2. Persiapkan Perlengkapan Pendakian

Terlihat simpel ketika kita melihat foto atau gambar teman-teman kita yang sudah berhasil mendaki ke puncak tertinggi gunung. Namun tidaklah sesimpel itu sebenarnya. Banyak yang harus kalian lewati agar mendapatkan momen yang semputna seperti di foto-fot yang sering kita temui di instagram atau google.

Persiapan alat ini sangat penting karena alat-alat ini yang akan membantu kalian selama kalian “hidup” di alam liar ini. Persiapkan alat penting terutama obat jika kamu memiliki penyakit khusus atau penyakit dalam.

Persiapkan jaket, pisau, alat masak, atau tenda. Usahakan amankan perut kalian terlebih dahulu, dan persiapkan makanan secukupnya. Secukupnya ya, bukan berlebihan membawa makanan, karena itu justru akan memberatkan kamu dan membuat fisikmu berat hanya membawa makanan.

Perhatikan juga tenda dan alat kesehatan seperti perban atau hansaplast. Alat tersebut memang belum tentu dipakai, tapi alangkah baiknya jika Kamu tetap membawa alat tersebut untuk jaga-jaga, mungkin jika bukan Kamu, bisa juga teman Kamu yang membutuhkan alat tersebut.

3. Perhatikan Gejala dari Penyakit Gunung

Salah satu penyakit di gunung disebut juga AMS. AMS adalah Acute Mountain Sickness atau penyakit ketinggian di atas gunung. Menurut gejala dan levelnya, AMS terbagi menjadi tiga bagian, yakni AMS ringan, AMS sedang dan AMS berat.

“Sebanyak 75 persen kasus yang ada, AMS biasanya terjadi pada saat pendaki memasuki ketinggian 3.000 – 4.000 mdpl. Gejala munculnya AMS biasanya muncul 12-24 jam setelah pendaki tiba di ketinggian tersebut,” ujar Mountain Guide di Indonesia Expeditions, Rahman Muchlis pada acara “Sharing Tips dan Pengalaman Mendaki Gunung di Atas 4.000 mdpl” di Consina Store Buaran.

Gejala yang muncul biasanya berupa pusing atau sakit kepala, mual, kehilangan nafsu makan, sesak nafas, tidur terganggu, gelisah, banyakp pikiran dan lain sebagainya.

Solusi untuk mengatasi hal ini adalah pendaki harus tetap sadar dan tetap melakukan aktivitas ringan. Jangan mendaki ke tempat yang lebih tinggi, bila gejala semakin parah, disarankan untuk turun ke tempat yang lebih rendah. Mempelajari teknik-teknik aklimatisasi untuk menghindari gejala AMS juga sangat penting bagi pendaki. Banyaklah membaca referensi dari goole untuk hal satu ini.

4. Jangan Lupa Urus Legalitas Izin Pendakian

Hal ini juga sangat penting bagi proses pendakian. Banyak pendaki juga yang ilegal masuk ke daerah pos pendakian. Biasanya mereka dari daerah yang jauh namun sudah terlanjur datang, namun mereka masih ingin nekat dengan segala resiko yang Ia akan tanggung sendiri.

Hal ini sangatlah penting ketika mendaki gunung. Dengan mengurus izin pendakian, pendaki tersebut akan terdata oleh petugas setempat. Hal ini sangat berguna apabila ada pendaki yang tersesat atau belum memberikan kabar sama sekali, petugas akan secara cepat bertindak.

Dalam data saat pendaftaran izin juga biasanya terdapat surat dokter dan tertulis riwayat penyakit di sana. Dengan hal ini, petugas bisa dengan tepat membawa perlengkapan obat-obatan dan penanganan khusus apabila penyakit pendaki tersebut kambuh.

5. Berhenti dan Berteduh Jika Hujan Tiba-tiba Turun

Kita tidak bisa menebak cuaca di atas gunung. Kadang panas, kadang bisa hujan, kadang angin kencang bisa datang secara bergiliran. Sebagai pendaki harus siap dalam hal ini. Ada keterkaitan juga dengan persiapan alat yang tadi sudah kita bahas sebelumnya. Jika Hujan jangan dipaksa, karena akan membahayakan diri kita sendiri.(psa)