Motivasi Adalah Suatu Perubahan Energi

Motivasi adalah suatu perubahan energi positif.
Motivasi adalah suatu perubahan energi positif.

Zingga Nusantara – Mengutip pendapat Mc. Donald (Tabrani, 1992: 100), “motivation is energy change within the person characterized by affective arousal and anticipatory goal reaction.” Motivasi adalah sesuatu perubahan energi di dalam pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya afektif dan reaksi untuk mencapai tujuan.

3 Unsur yang Saling Berkaitan

1) motivasi adalah pikiran yang diawali dari adanya perubahan energi dalam pribadi,

2) motivasi adalah sebuah bentuk ditandai dengan timbulnya perasaan (affective arousal), 3) motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi untuk mencapai tujuan.

Dari uraian di atas jelas kiranya bahwa motivasi adalah hal yang berhubungan dekat dengan suatu tujuan. Semakin berharga tujuan itu bagi yang bersangkutan, semakin kuat pula motivasinya. Jadi motivasi itu sangat berguna bagi tindakan atau perbuatan seseorang.

Fungsi dari Motivasi Itu Sendiri

1. Mendorong manusia untuk bertindak/berbuat. Motivasi berfungsi sebagai pengerak atau motor yang memberikan energi/kekuatan kepada seseorang untuk melakukan sesuatu.

2. Menentukan arah perbuatan. Yakni ke arah perwujudan tujuan atau cita-cita. Motivasi mencegah penyelewengan dari jalan yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan. Semakin jelas tujuan itu, Semakin jelas pula jalan yang harus ditempuh.

3. Melakukan seleksi perbuatan. Artinya menentukan perbuatan-perbuatan mana yang harus dilakukan, yang serasi, guna mencapai tujuan itu dengan menyampingkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan. (Ngalim Purwanto, 2002: 71)

Jenis-jenis motivasi adalah sebagai berikut :

1. Motivasi intrinsik, yang timbul dari dalam diri individu, misalnya keinginan untuk mendapat keterampilan tertentu, memperolah informasi dan pengertian, mengembangkan sikap untuk berhasil, menyenangi kehidupan, keinginan diterima oleh orang lain.

2. Motivasi ekstrinsik, yang timbul akibat adanya pengaruh dari luar individu. Sperti hadiah, pujian, ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian orang mau melakukan sesuatu. (Tabrani, 1992: 120)

Lalu bagaimanakan cara untuk meningkatkan motivasi siswa dan juga siswi agar mereka memiliki motivasi berprestasi yang tinggi, khususnya bagi mereka yang memiliki motivasi rendah dalam berprestasi.

Baca Juga : Motivasi Belajar yang Wajib Dimiliki

Metode Guru Untuk Menumbuhkan Motivasi Pada Anak Didiknya

1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.

Pada permulaan belajar mengajar hendaknya seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang akan dicapai siswa. Tidak cukup sampai di situ saja, tapi guru juga bisa memberikan penjelasan tentang pentingnya ilmu yang akan sangat berguna bagi masa depan seseorang, baik dengan norma agama maupun sosial. Semakin jelas tujuan, maka Semakin besar pula motivasi dalam belajar.

2. Hadiah.

Berikan hadian untuk siswa-siwa yang berprestasi. Hal ini akan sangat memacu siswa dan juga siswi untuk lebih giat dalam berprestasi, dan bagi siswa dan juga siswi yang belum berprestasi akan termotivasi untuk mengejar atau bahkan mengungguli siswa dan juga siswi yang telah berprestasi.

Hadiah di sini tidak perlu harus yang besar dan mahal, tapi bisa menimbulkan rasa senag pada murid, sebab merasa dihargai karena prestasinya. Kecuali pada setiap akhir semester, guru bisa memberikan hadiah yang lebih istimewa (seperti buku bacaan) bagi siswa dan juga siswi ranking 1-3.

3. Saingan/kompetisi.

Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.

4. Pujian.

Sudah sepantasnya siswa dan juga siswi yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun. Bisa diawali dari hal yang paling kecil seperti, “beri tepuk tangan bagi si Budi…”, “kerja yang bagus…”, “wah itu kamu bisa…”.

5. Hukuman.

Hukuman diberikan kepada siswa dan juga siswi yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa dan juga siswi tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya. Hukuman di sini hendaknya yang mendidik, seperti menghafal, mengerjakan soal, ataupun membuat rangkuaman. Hendaknya jangan yang bersifat fisik, seperti menyapu kelas, berdiri di depan kelas, atau lari memutari halaman sekolah. Karena ini jelas akan menganggu psikis siswa.

6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.

Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik, khususnya bagi mereka yang secara prestasi tertinggal oleh siswa dan juga siswi lainnya. Di sini guru dituntut untuk bisa lebih jeli terhadap kondisi anak didiknya. Ingat ini bukan hanya tugas guru bimbingan konseling (BK) saja, tapi merupakan kewajiban setiap guru, sebagai orang yang telah dipercaya orang tua siswa dan juga siswi untuk mendidik anak mereka.

7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik.

Ajarkan kepada siswa dan juga siswi cara belajar yang baik, entah itu ketika siswa dan juga siswi belajar sendiri maupun secara kelompok. Dengan cara ini siswa dan juga siswi diharapkan untuk lebih termotivasi dalam mengulan-ulang pelajaran ataupun menambah pemahaman dengan buku-buku yang mendukung.

8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok.

Ini bisa dilakukan seperti pada nomor enam. Kesulitan belajar dapat diminimalisir dengan adanya kehadiran guru les atau di era teknologi yang maju, bisa mengakses internet dan memanggil guru secara online.

9. Menggunakan metode yang bervariasi.

Guru hendaknya memilih metode belajar yang tepat dan berfariasi, yang bisa membangkitkan semangat siswa, yang tidak membuat siswa dan juga siswi merasa jenuh, dan yang tak kalah penting adalah bisa menampung semua kepentingan siswa. Sperti Cooperative Learning, Contectual Teaching & Learning (CTL), Quantum Teaching, PAKEM, mapun yang lainnya. Karena siswa dan juga siswi memiliki tingkat intelegensi yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Ada siswa dan juga siswi yang hanya butuh 5 menit untuk memahami suatu materi, tapi ada siswa dan juga siswi yang membutuhkan 25 menit baru ia bisa mencerna materi. Itu contoh mudahnya. SeSemakin banyak metode mengajar yang dikuasai oleh seorang guru, maka ia akan seSemakin berhasil meningkatkan motivasi belajar siswa.

10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Baik itu media visual maupun audio visual. Saat in ibanyak yang memanfaatkan hal seperti kemajuan teknologi untuk hal yang buruk misalkan mengakses hal-hal yang berbau porno dan tidak baik. Itulah gunanya pendidikan.(zna)