Ini Jawaban Mengapa Hubungan Cinta Generasi Millennial Cepat Kandas

Problematika Para Generasi Millennial
Problematika Para Generasi Millennial

Zingga Nusantara – Generasi Millennial memang generasi kekinian yang menganggap semua hal mudah. Tak hanya di bidang pekerjaan, generasi millennial juga punya problematika di bidang asmara dan percintaan. Generasi Millennial sendiri adalah generasi yang mulai eksis dari abad 20 ke atas atau sekitaran tahun 2000 ke atas sampai sekarang ini.

Jika dibidang pekerjaan, permasalahan generasi millennial adalah suka berpindah kesana-kemari dalam waktu yang singkat, maka permasalahan asmara yang dialami oleh “mostly” para generasi millennial juga tak jauh beda, yaitu hubungan yang sangat singkat, atau seumur jagung, dan sering berganti-ganti pacar, atau bahkan ada juga yang menduakan, mentigakan dan lain sebagainya.

Pernahkah Kamu bertanya kepada orang tua kalian bagaimana kehidupan hubungan pacaran orang disekitar mereka pada jamannya? Tentu saja hal seperti ini tidak akan ditemui pada jaman dulu. Bahkan pada jaman dulu, jarang sekali ditemukan pria atau wanita yang suka berganti-ganti pacaran, bahkan seperti jaman sekarang banyak wanita atau bahkan pria yang bangga apabila memiliki pasangan banyak dan tersebar ditempat berbeda.

Nah, langsung saja masuk ke topik inti pembahasan kita, apa sih sebenernya permasalahan cinta yang paling sering ditemui oleh para generasi millennial tersebut? berikut ini pembahasannya.

1. Generasi Millennial Punya Sifat Penakut

Banyak pria maupun wanita yang ragu-ragu bahkan takut untuk memulai apapun, termasuk menyatakan perasaan, merayu, jatuh cinta, berkomitmen hingga takut tersakiti. Kita mudah kabur saat cinta itu datang dan merasa lebih baik untuk melihat contoh dari hubungan orang lain. Kalau begitu terus, kamu tidak akan benar-benar belajar tentang hubungan dan cinta.

2. Soal Seks, Kepuasan, dan Cinta

Sebagian orang memperlakukan seks terpisah dari cinta. Dengan kata lain, mereka bersedia melakukan hubungan intim tanpa adanya ikatan bahkan rasa cinta. Hubungan di era modern semakin kompleks dan mereka melakukan hubungan ini demi ingin memenuhi kepuasan sementara.

3. Generasi Millennial Lebih Suka Menghabiskan Waktu dengan Orang Banyak

Manusia memang makhluk sosial, tapi jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan bahwa kamu lebih memilih untuk meluangkan waktu bertemu dengan banyak orang dibanding seharian menemani si dia. Tidaklah adil jika kamu hanya sedikit meluangkan waktu untuknya namun berharap dia tetap sempurna dan memberikan segalanya padamu.

4. Tak Sadar yang Kita Cari Adalah Cinta

Banyak dari kita yang memaknai bahwa cinta adalah sesuatu yang fun, yang bisa membuatmu bersemangat setiap hari, seseorang yang bisa kamu ajak makan atau nonton bareng. Jika memang demikian, kamu hanya mencari kesenangan atau tantangan dan hal tersebut bisa hilang seiring berjalannya waktu.

5. Semuanya Ingin Serba Instan

Entah apa penyebab pastinya, namun generasi masa kini menginginkan cara yang instan, cepat dan mendapatkan kemudahan dalam segala aspek, termasuk percintaan. Padahal, kamu belum siap untuk berkomitmen dan rela berkorban serta memahami apa itu cinta tak bersyarat. Jika ada masalah yang menghadang, kamu lebih mudah menyerah.

6. Berpikir Mendalam Soal Logika Dalamn Menjalani Hubungan

Banyak orang percaya bahwa logika sangat penting terutama saat bicara soal cinta. Namun pemikiran tersebut lebih terdengar seperti alasan sehingga hanya sedikit orang yang rela terbang jauh hanya untuk melihat kekasih hatinya dan long distance relationship dianggap sebagai hubungan yang sia-sia. Hal itu dinilai tidak masuk akal dan baik untuk kebaikan kita sendiri.

7. Punya Jiwa Petualang yang Tinggi

Generasi millennial, pria maupun wanita lebih suka berkelana seperti pengembara karena kita mudah takut mendengar kata komitmen. Membayangkan diri sendiri hidup bersama satu orang dalam waktu yang lama saja sepertinya tidak mungkin. Kita lebih suka pergi dari satu orang ke orang lain. Biasanya untuk melupakan hal asmara, para pria atau wanita di generasi millennial melampiaskannya dengan berjalan-jalan atau traveling dengan teman-teman dekat.

8. Ikut Gaya Hidup Modern

Kehidupan masayarakat modern yang sibuk mencari penghasilan tidak memberikan ruang dalam hidupnya untuk memikirkan hubungan percintaan. Maka tidak heran jika kamu cenderung tidak sabar dan berpikir secara terburu-buru saat menangani masalah yang terjadi bersama si dia.

9. Kemajuan Teknologi Mengganggu Kehidupan Pasangan

Tidak dapat dipungkiri kemajuan teknologi sangat berpengaruh bagi kehidupan para generasi millenial. Hal ini bukan hanya terjadi di dunia percintaan, tapi juga dunia ekonomi, bisnis, politik, dan juga kehidupan sosial masyarakat. Untuk kasus percintaan, kemajuan teknologi bisa dimanfaatkan salah satu pasangan untuk mengikuti jejak pasangannya. Hal tersebut memang sepele, namun untuk para generasi milleniall yang kebanyakan punya pikiran pendek, hal tersebut bisa memicu pertengkaran dan menyebabkan hubungan menjadi renggang, tak banyak bahkan yang kandas.

Maka dari itu sesungguhnya kita harus dewasa dan juga bijak dalam menggunakan serta memanfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan segala hal yang kalian rasa perlu untuk Kamu gunakan. Dan yang terutama sesungguhnya adalah hubungan yang jujur dan tak ada yang ditutupi, adalah faktor utama dalam menjalani hubungan yang baik dan langgeng tentunya.