Makanan Ciri Khas Kota Tegal, Jawa Tengah, Mantap !!!

Urap yang dibungkus daun pisang juga merupakan salah satu makanan khas di Tegal, Jawa TEngah
Urap yang dibungkus daun pisang juga merupakan salah satu makanan khas di Tegal, Jawa TEngah

Zingga Nusantara – Tidak ada catatan sejak kapan soto tauto(orang sering menyebutnya dengan taucho) ini muncul. Namun, jika dilihat dari sejarah, setidaknya sejak 180 tahun lalu etnis Tionghoa sudah ada di Kota Tegal, Jawa Tengah.

Ini ditandai dengan berdirinya Kelenteng Hay Kiong yang berdiri di kawasan tua Kota Tegal, yang dikelola Yayasan Tri Dharma. Kota Tegal, Jawa Tengah, yang berada di pesisir utara Pulau Jawa, menjadi salah satu tempat perdagangan sejak ratusan tahun lalu. Selain makanan, jejak itu masih sangat kentara pada bangunan-bangunan tua di sekeliling kelenteng.

”Kami nanti akan membuat daerah ini sebagai kawasan Kota tua atau pecinannya Kota Tegal, Jawa Tengah,” kata Wali Kota Tegal, Jawa Tengah, Siti Masitha Soeparno seusai acara pencanangan Kota Tegal, Jawa Tengah, sebagai kuliner.

Dia menambahkan, setidaknya ada tiga masakan utama yang akan dipromosikan menjadi ciri khas Kota Tegal, Jawa Tengah, yaitu soto tauto(orang sering menyebutnya dengan taucho), sate, dan kupat blengong.

Ke depannya, Ia akan turut mengundang para ahli untuk merumuskan narasi masing-masing masakan itu sehingga dapat menjelaskan sejarah kuliner sekaligus akulturasi antarbudaya di Kota Tegal, Jawa Tengah. Sekarang, semua kegiatan ulang tahun kelenteng dan lomba masak ditanggung Yayasan Tri Dharma dan sponsor. Ke depan, Siti akan mengeluarkan anggaran untuk menjadikan acara kuliner sebagai agenda tahunan.

Letak Soto Tauto di Pekalongan
Letak Soto Tauto di Pekalongan

Pendiri gerakan ACMI yang merupakan singkatan dari Aku Cinta Masakan Indonesia, sekaligus juri lomba masak, Santhi Serad, mengatakan, Kota Tegal, Jawa Tengah, mempunyai potensi luar biasa sebagai kuliner. Ini bisa dilihat dari keragaman jajanan, masakan, dan bahan. Ketika menjuri, Ia menemukan peserta yang menggunakan jantung rumput untuk bumbu urap kelapa. Bahan ini mirip dengan rumput laut.

Masakan lain yang banyak disajikan di dalam lomba itu antara lain oseng daun papaya dan oseng daperi. Mereka memanfaatkan daun papaya yang tumbuh di halaman rumah sebagai bahan utama masakan dicampur dengan hasil laut, seperti ikan teri.

Baca Juga : Menariknya Soto Dicampur Tauto

Oseng daun pepaya ini sama sekali tidak pahit dan kaya cita rasa antara lain dari campuran ikan teri dan udang.

”Daun pepaya direbus dulu dengan daun kedondong biar pahitnya hilang. Baru dikukus dan dikasih ikan teri,” kata Ibu Kasriyah, peserta lomba masak dari Kelurahan Sumurpanggang, Kecamatan Margadana.

Ibu Kasriyah juga jago untuk urusan memasak soto tauto ini. Baginya, orang Kota Tegal, yang belum bisa masak soto tauto(orang sering menyebutnya dengan taucho) layak diragukan ke Kota Tegal. Soto tauto(orang sering menyebutnya dengan taucho) bukan sekadar variasi kuliner, melainkan simbol harmoni dan toleransi.

Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kota Tegal, Jawa Tengah, sangat akur. Itu misalnya tecermin di Sekolah Tunas Hidup Harapan Kita di bawah Yayasan Tri Dharma.

Sekolah ini menampung sekitar 300 siswa tingkat pendidikan anak usia dini sampai sekolah dasar dari beragam agama, seperti Kristen, Muslim, Buddha, dan Khonghucu.

Harmoni dan akulturasi budaya itu dapat dirasakan dari kenikmatan semangkuk soto tauto(orang sering menyebutnya dengan taucho).