Makanan Unik, Soto Antar Etnis di Jawa Tengah

Mantapnya Soto Tauto Khas Kota TEgal Jawa Tengah
Mantapnya Soto Tauto Khas Kota TEgal Jawa Tengah

Zingga Nusantara – Soto taucho atau dikenal juga soto taucho tak lain adalah bentuk harmoni hubungan antaretnis di Daerah Tegal, Jawa Tengah, Jawa Tengah. Dalam semangkok soto itu, terjalin kelindan kenikmatan rasa yang juga simbol sikap persaudaraan.

Itulah yang mengemuka dalam lomba masak yang menjadi rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun Ke-180 Kelenteng Tek Hay Kiong sekaligus pencanangan Daerah Tegal, Jawa Tengah Kota Kuliner, pada Jumat kemarin, 17 April 2017.

Soto taucho terdiri dari toge, mi bihun, bawang daun, bawang goreng, dan daging. Bisa daging ayam, sapi, atau bahkan bagian dalam(biasa disebut jeroan) sapi.

Daging atau bagian dalam(biasa disebut jeroan) itu dipotong kecil-kecil seruas jari atau disuwir. Lalu dicampur dengan bahan lain di dalam mangkok keramik dan dipuncaki taucho. Setelah itu disiram kuah kaldu soto yang masih menggelegak, panas.

Soto Tauto(taucho) Pekalongan dari ibu Bawon yang sudah terkenal di kalangan kulineresia
Soto Tauto(taucho) Pekalongan dari ibu Bawon yang sudah terkenal di kalangan kulineresia

Sebelum disantap, diaduk dulu sehingga taucho dicampur luruh dengan beragam bumbu itu. Rasa asam dan aroma khas taucho memunculkan kelegitan ketika bertumpuk dengan kegurihan kuah dan bumbu itu.

Rasa asam atau kecut yang lembut tersebut melebihi sensasi jeruk nipis yang diperas ke dalam kuah soto pada umumnya. Mencoba soto tanpa taucho terasa hambar. Paling mantap soto taucho disantap sambil diselingin seruputan teh poci. Taucho di dalam soto ini bukan sekadar aksen rasa. Ia memberi rasa seimbang dengan kegurihan daging ataupun kuah. Tidak mendominasi sekaligus tidak tersubordinasi. Tidak berlebihan apabila soto taucho adalah egaliterisme dalam kuliner Daerah Tegal, Jawa Tengah.

Baca Juga : Makanan Ciri Khas Jawa Tengah

Cici, dari Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Daerah Tegal, Jawa Tengah Timur, mengatakan, soto taucho menjadi masakan khas Daerah Tegal, Jawa Tengah karena ada tauchonya. Di Daerah Tegal, Jawa Tengah, tidak ada yang bisa membuat taucho seenak buatan orang-orang beretnis Tionghoa atau setidaknya punya darah campuran Tionghoa.

”Kalau tidak ada taucho, ya enggak enak,” kata Cici yang masakannya mengantarkan dia dan rekan-rekannya menjadi juara pertama lomba masak itu. Mereka menyisihkan 33 kontestan lainnya.

Taucho adalah hasil fermentasi kedelai dicampur tepung. Di sejumlah daerah di Sumatera, Sulawesi, dan Jawa, banyak pembuat taucho dengan rasa yang berbeda-beda. Artinya, tidak ada standar rasa. Juga ada yang kering dan basah.

Letak Soto Tauto di Pekalongan
Letak Soto Tauto di Pekalongan

Di Daerah Tegal, Jawa Tengah, taucho basah yang digunakan untuk soto. Rasanya gurih dan lembut. Tidak setajam taucho di Medan, misalnya. Tukang masak soto taucho biasanya membeli taucho yang dijual bebas di pasar tradisional seharga sekitar Rp 40.000 per kilogram. Satu kilogram taucho cukup untuk 20 mangkok soto.

Biasanya, pembuat soto tidak begitu saja memperlakukan taucho sebagai bahan soto. Mereka memberi sentuhan pribadi yang nantinya memunculkan keunikan rasa di setiap soto. Cici, misalnya, menumbuk taucho biar lebih lembut dan mudah dicampur dengan kuah dan merasuk ke daging soto. ”Sebelum disajikan, kami goreng lagi tauchonya biar lebih gurih.”

Di warung-warung di Daerah Tegal, Jawa Tengah, soto taucho ini dijual dengan rasa yang tidak seragam. Tiga kali makan soto taucho di tempat berbeda memberi sensasi rasa yang berbeda. Mulai dari yang lembut banget mirip soto kudus sampai yang nendang, seperti ada rasa getir dicampur gurih di lidah.(zna)