Langkah Tepat Menjalani Hubungan Berbeda Agama

Cinta beda agama? Gak perlu pusing, ini dia tipsnya
Cinta beda agama? Gak perlu pusing, ini dia tipsnya

Zingga Nusantara Indonesia memang memiliki ragam budaya dan juga agama. Kita sepatutunya berbangga karena hanya Indonesia negara di dunia yang memiliki banyak ragam suku, budaya, dan agama, namun bisa hidup rukun dari merdeka dulu sampai sekarang ini. Dengan banyaknya ragam perbedaan, tak sedikit pula adanya pertentangan, salah satunya dalam menjalin hubungan dengan pasangan, baik itu pacaran, ataupun berumah tangga. Perbedaan yang paling pelik dan paling sering dibahas untuk kasus ini adalah agama, kemudian perbedaan suku.

Bagi mereka yang memiliki kedalaman spiritualitas dari segi agama yang sangat dalam, biasanya sangat sulit memiliki pasangan yang berbeda agama. Hampir sama dengan agama, suku pun tak jauh dari hal itu. Semisal suku A yang memiliki kewajiban untuk menikahi pasangan yang juga berasal dari suku A. Atau juga semisal suku B yang hanya bisa menikahi suku C dan suku D, tapi tidak untuk suku A dengan alasan masa lalu leluhur mereka yang bla bla bla.

Di jaman yang modern ini, banyak juga kok yang memiliki keluarga dari berbagai agama dan suku yang berbeda. Perbedaan itu justru membuat mereka menjadi kuat dan tahu tradisi apa yang ada di suku satu dengan suku yang lainnya. Walaupun seperti itu, soal cinta seharusnya tidak memandang hal-hal seperti itu. Cinta ya cinta, tak ada yang lain. Persoalan yang tadi dibahas di atas hanya bumbu dan pewarna kehidupan bercinta Kamu saja.

Kematangan mental dan kedewasaan pikiran juga berpengaruh terhadap Kamu semua yang menjalani hidup berbeda keyakinan. Biasanya personal yang tak punya kedewasaan berpikir, akan mudah terpengaruh dari hal-hal sepele yang bisa merusak hubungan relasi dengan pasangan. Bahkan tak cuma pasangan, hubungan kekerabatan dengan teman yang berbedapun juga bisa dirusak dengan pemikiran cetek kita.

Cinta beda agama memang cukup rumit untuk dijalani. Namun jika kamu dan pasangan yang berbeda agama merasa sudah cocok satu sama lain, jika kamu dan pasangan menginginkan hubungan tetap berlanjut, maka hubungan tersebut masih memiliki harapan untuk bisa langgeng dan harmonis. Berikut ini adalah tips yang dapat kamu dan pasangan lakukan agar hubungan cinta kalian berjalan baik.

1. Jangan Pernah Berpikir Untuk Merubah Keyakinan Pasangan Kamu

Ini sangat penting maka dari itu Saya letakkan di poin paling pertama. Hal ini banyak sekali jadi pembahasan internal keluarga. Bagi keluarga yang sudah punya riwayat plural, tentu hal ini tak akan jadi masalah. Namun jika hal ini terjadi di internal yang memang dari leluhur mereka memiliki aturan, tentunya hal ini menjadi sangat penting untuk merubah pasangan Kamu ikut dengan keyakinan Kamu dan keluarga hanya dengan alasan cinta dan masa depan.

Kamu dan pasangan memiliki keyakinan masing-masing. Ada kalanya, kamu mungkin pernah merasa bahwa keyakinan yang kamu pegang lebih baik dari dirinya. Kemudian secara halus, kamu mencoba membuatnya berubah hingga menganut keyakinan yang kamu pegang. Hal ini justru membuat hubungan kalian menjadi renggang dan berakhir putus.

Kamu dan pasangan sedang menjalani hubungan cinta, bukan hubungan untuk merubah pola pikir orang lain agar mau menganut keyakinanmu. Jadi, biarkan pasanganmu berpegang pada prinsipnya, dan begitu pula dengan kamu. Kalau mencoba mengubah pasangan, maka sebenarnya kamu nggak pernah tulus menerima dirinya apa adanya, seutuhnya.

2. Berpikirlah Terbuka Terhadap Pasangan Kamu

Untuk poin kedua, pentingnya open minded tak hanya dilakukan oleh pasangan yang berbeda agama. Yang memiliki pasangan dengan keyakinan ataupun suku yang sama pun, apabila tidak berpikir terbuka, maka akan bisa menimbulkan kehancuran. Berpikir terbuka ini sebenarnya fungsinya adalah untuk membiasakan kemandirian dan kedewasaan pikiran tentang menjalani kehidupan dengan pasangan agar tak ada lagi hal sepele yang bisa merusak hubungan Kamu dan pasangan.

Pada dasarnya, kita memang hidup di negara yang sarat akan perbedaan. Di luar hubungan asmara, tentunya kamu sudah bergaul dengan orang yang berbeda suku, berbeda ras, dan berbeda agama denganmu. Jika pikiranmu terlalu sempit untuk dunia yang penuh keberagaman ini, maka selamanya kamu nggak bisa menjalin pergaulan dengan siapa pun yang berbeda denganmu. Pandanganmu yang tertutup itu membuatmu nggak pernah bisa berkembang, malah membuatmu dimusuhi banyak orang.

3. Menghargai dan Menghormati Suku dan Agama Pasangan adalah yang Terbaik

Poin ketiga ini adalah menghargai dan menghormati pasangan. Dengan kita tak membahas apapun tentang apa yang ada di dalam keyakinan agama kita ataupun suku, itu juga termasuk menghargai, walaupun memang tak bisa dipungkiri, ada waktunya membahas soal itu.

Hubungan atau relasi dengan perbedaan agama ini butuh banyak rasa toleransi dan saling menghargai di antara kamu dan pasangan. Jika kamu nggak bisa menghargai pasangan dan lingkungannya, dengan keyakinan yang mereka anut, hubungan asmara kalian dapat dipastikan nggak akan bisa berhasil. Kalau kamu nggak bisa menghargai pasangan, atau orang lain yang berbeda keyakinan denganmu, mengapa mencari pasangan yang berbeda denganmu?

4. Jika Goyah, Ingatlah Tujuan Awal Kamu Dengan Pasangan Kamu

Dari awal kamu memutuskan untuk menjalin hubungan dengan pacarmu, kalian harus tahu apa tujuan kalian berpacaran. Apakah hanya sekedar untuk saling tahu satu sama lain atau memang berkomitmen untuk menjalani hubungan yang serius untuk masa depan.

Hindari kalimat “jalani dulu aja ya sayang” dari pasanganmu, karena sebenarnya kalimat tersebut mengartikan bahwa si dia tidak berniat untuk serius denganmu. Mungkin memang serius untuk jangka pendek namun bukan berarti dia akan menjadikanmu sebagai masa depannya, kan? Jika dia benar-benar ingin serius denganmu pasti dia akan berusaha untuk mendekatkan diri ke keluarga dan orang-orang terdekatmu. Itu adalah hal sederhana yang bisa kamu lihat dari perilaku pasangan Kamu tentunya.

5. Bahas Masa Depan Kalian Dengan Bijaksana dan Arif

Poin terakhir adalah membahas dan membicarakan masa depan dengan bijaksana. Ini seperti yang dibahas pada poin tiga, dimana ada kalanya Kamu harus membahas soal ini. Sebenarnya hal ini khususnya bagi Kamu yang yang belum mencapai jenjang pernikahan, atau masih dalam tahap pacaran, ataupun pertunangan. Pembicaraan ini sebaiknya dilakukan disaat yang tepat, contohnya di momen hari raya salah satu pihak. Momen seperti itu bisa dimanfaatkan untuk membicarakan dengan baik hal-hal seperti itu.

Kedua pasangan juga harus menjelaskan alasan mereka dengan jelas dan kongkrit untuk menjalani hubungan dengan kondisi yang ada. Jika hanya salah satu saja yang menjelaskan, maka hal tersebut akan sulit tentunya untuk mendapatkan restu dari keluarga masing-masing. Cinta memang indah, bumbu seperti ini harusnya kalian syukuri dengan cara berdoa, dan bersyukur dengan apa yang Kamu miliki saat ini.

Shinta Zevanya

Shinta Zevanya

Freelance Writter at SZO Corporate
Kemang, Jakarta Selatan, alumni FISIP Universitas Tarumanegara
Shinta Zevanya