Ini Alasan Pacar Kamu Suka Marah-marah

Pacar Suka Marah-Marah Intinya Karena Dia Sayang dan Peduli Sama Kita
Pacar Suka Marah-Marah Intinya Karena Dia Sayang dan Peduli Sama Kita

Zingga Nusantara – Pernah mengalami tentunya pacar gampang marah untuk kesalahan yang Kamu lakukan. Bahkan seringkali juga hanya karena salah paham akhirnya pacar marah-marah sama Kamu. Tidak terkecuali ketika Kamu mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaannya. Padahal niat awalnya tidak ada kemauan untuk menyinggung perasaannya.

Tapi sayangnya pacar yang sudah terlanjur marah-marah, biasanya akan menjadi sebuah kebiasaan. Apa yang Kamu lakukan banyak salahnya dan seperti tidak ada benarnya. Banyak tindakan dan kata yang akhirnya berubah menjadi lebih sensitif.

Ada yang tidak sesuai dengan kehendak hatinya sedikit saja, akhirnya bisa menjadi masalah. Mau menyerah tapi masih ada rasa sayang yang kuat. Sehingga seperti apapun perlakuan pacar terhadap Kamu, Kamu memilih untuk tetap bertahan. Kadang mengeluh karena merasa selalu salah adalah sesuatu yang normal-normal saja.

Hingga saat ini Kamu hanya bisa berusaha bersabar. Merasa sudah seringkali introspeksi diri tapi tetap saja tidak terlihat hasilnya. Jadi dari sini sudah terlihat dimana kesalahannya. Tidak selalu Kamu yang salah, tapi kesalahan itu biasanya asalnya dari diri pacar Kamu sendiri. Kesalahannya terdapat pada cara pacar Kamu dalam menanggapi sesuatu. Apabila pikirannya yang tidak baik, hal baik juga bisa ditanggapi dengan hal yang buruk.

Contohnya kira-kira seperti ini :

Kamu berjanji dengan si DIa dan ternyata Kamu datang terlambat. Kemudian pacar marah-marah karena hal itu. Coba Apabila cara berpikirnya yang baik, tentu saja Dia bisa maklum. Maybe saja dalam perjalanan Kamu berhadapan dengan kemacetan. Selain itu juga karena kurangnya penghargaan dalam diri pacar Kamu. Apabila dia bisa menghargai Kamu, tentu Dia akan bisa memaklumi dengan kesalahan yang sudah Kamu lakukan.

Paling umum tentang salah paham. Apabila memang belum terbukti kebenarannya pacar yang berpikir yang baik tentu akan lebih mudah menerima atau setidaknya meminta penjelasan terlebih dahulu. Sebagai contohnya ketika Kamu asyik cuit cuitan sama Orang lain di media sosial, pacar Apabila memiliki pikiran buruk tentu yang muncul hanya pikiran yang tidak baik saja.

Setelah itu langsung marah-marah. Misalnya dengan kata “Asyik sama satpam itu ya udah lanjutin sana. Ngapain hubungi Aku lagi”, atau “Enak yang chatting asyik sama Orang lain. Pacar sendiri diabaikan”. Padahal Apabila pacar dikuasai pikiran yang baik, anggapan terhadap hal itu tentu akan berbeda. “Oh, maybe cuma teman”, “normal-normal saja saja sih seperti itu, soalnya hidup itu bukan cuma cukup sama pacar saja, masih butuh Orang lain”. Atau setidaknya Apabila tidak seperti itu, bisa tanya baik-baik.

“Sayang, Kamu kayaknya asyik sama itu Orang. Siapa sih?”. Atau Apabila masih mengandung penghargaan “Itu siapa sih yank kok kayaknya asyik banget. Tidak masalah sih cuma pengen tahu aja. Kalau cuma teman tidak masalah kok, yang penting janganlah aneh-aneh ya”.

Pada dasarnya pikiran yang sudah dikuasai oleh pikiran yang tidak baik, apapun yang diterima bisa menciptakan kesan yang buruk. Orang niat baik bisa dianggap memiliki niat jelek. Niat mau berbagi cerita bisa dianggap pamer. Niat mau berbuat lebih baik dianggap ada maunya.

Berbeda dengan pikiran yang baik, seburuk apapun hal yang diterima bisa ditanggapi dengan baik. Niat buruk yang diberikan, kadang bisa menghasilkan tujuan yang baik. Ada Orang beli barang baru dan memakainya, berpikir “baguslah kalau itu Orang sedang bahagia, kasihan hari-harinya dipenuhi dengan kesusahan”. Atau ada yang punya niat menipu Dirinya, maka pikirannya “Kasihan Orang ini, kenapa harus jadi penipu hanya untuk melanjutkan hidup”.

Jadi janganlah terlalu takut atau pusing. Apabila Kamu merasa benar dan yakin memang Kamu selalu melakukan kebenaran. Apabila pacar suka marah-marah karena hal yang sepele dan itu jadi masalah hanya karena cara berpikirnya, artinya Kamu adalah orang baik.

Lihat saja Apabila sampai pacar akhirnya bosan dan pergi dari Kamu, pacar baru akan sadar dan menyesal Apabila suatu saat Dia medapatkan Orang yang jelas-jelas melakukan hal seperti apa yang selama ini Dia pikirkan dari Kamu. (zna)