Perlu Dipertimbangkan, Ini Dia Efek Buruk Pacaran Terlalu Lama

Kamu Wajib tau Efek Buruk Pacaran Terlalu Lama
Kamu Wajib tau Efek Buruk Pacaran Terlalu Lama

Zingga Nusantara – Pacaran memang menjadi suatu jembatan hubungan para pasangan sebelum masuk ke jenjang yang lebih tinggi dan serius, yaitu pernikahan. Pacaran juga bisa dijadikan cara untuk mengenal lebih jauh kepribadian masing-masing antara si cowok dan si cewek, serta mengenal lebih dekat dengan keluarga masing-masing. Walaupun sama seperti pendekatan (PDKT) saat sebelum pacaran, namun pendekatan yang dilakukan saat menjalani hubungan pacaran sangat berbeda. Pacaran tentunya lebih intim dan lebih dalam lagi.

Dilihat dari kalimat di atas, memang sepertinya indah, dan mudah dijalani proses pacaran tersebut. Namun apakah Kamu semua tau jika ada efek buruk yang terjadi jika Kamu menjalani hubungan pacaran yang dalam waktu lama? Efek buruk yang terkadang bisa kita lihat di banyak kasus, seperti penyesalan yang sangat-sangat mendalam setelah menjalani hubungan yang panjang, namun akhirnya kandas hanya karena hal-hal konyol yang seolah pasangan tidak tau satu sama lain penyebab dan cara menyelesaikannya.

Terlalu dini umur dari kedua belah pihak dan tingkat kedewasaan yang masih belum sempurna menjadi penyebab yang bisa dilihat bagaimana sebab dan akibat pacaran sering kali diabaikan terutama dampak negatif atau bahayanya sehingga yang dihiraukan adalah dampak positif karena cenderung menyenangkan hati. Oleh karena itu, wajar saja dan bukan hal yang mengherankan kalau ada sebagian besar orang tua melarang anak-anaknya untuk berpacaran.

Mau tau apa saja dampak negatif terlalu lama menjalin hubungan pacaran? Kali ini Kami akan bahas sedikit namun detail, dan ini kami survey dari beberapa pria dan wanita yang memiliki status masih dalam jenjang pendidikan, pertunangan, dan yang sudah memiliki ikatan pernikahan.

1. Buang Waktu dan Mengurangi Produktivitas

Hal ini biasanya banyak terjadi pada remaja ataupun pemuda yang masih terikat oleh jenjang akademik, seperti sekolah dan kuliah. Kebanyakan pelaku yang masih tahap ini dan tidak bisa berpikir secara dewasa dalam dirinya, pacaran hanya akan mengganggu kegiatan ademiknya.

Contohnya seperti malas mengerjakan tugas atau PR yang didapat dari sekolah atau kampus karena terlalu sibuk dengan sang pacar, entah ber-sms-an, teleponan, dan hal-hal lainnya. Sehingga tak jarang kondisi akademiknya (nilainya) akan menurun. Inilah yang juga menjadi perhatian dan kekhawatiran dari pihak orang tua yang melarang anak-anaknya untuk berpacaran.

2. Berperilaku Konsumtif atau Boros Saat Pacaran

Menciptakan hidup konsumtif atau boros merupakan salah satu bahaya yang juga bisa muncul dari jalinan asmara seperti pacaran. Bahaya konsumtif ini bisa saja terjadi pada siapapun entah pelaku yang masih di bawah umur, dalam artian masih bergantung pada orang tua terkait kebutuhannya ataupun pelaku yang sudah bisa mencari penghasilan sendiri.

Sikap konsumtif atau boros biasanya berkedok dengan istilah rela berkorban terhadap pacar, seperti memberikan hadiah, membelikan pulsa maupun makanan dan hal lainnya saat sedang berkencan misalnya. Padahal sebenarnya pasangan dalam berpacaran masih bukan merupakan tanggung jawab kita, tetapi bisa jadi masih merupakan tanggung jawab orang tuanya sendiri.

3. Terbatasnya Pergaulan Sosial

Hal seperti ini bisa saja terjadi dikarenakan waktu yang kita memiliki sering kali termakan bersama pasangan. Pergaulan sosial dengan teman-teman sebaya maupun masyarakat lainnya tanpa disadari akan terlupakan termasuk juga dengan keluarga.

Sedemikian sehingga kita akan semakin memiliki ketergantungan terhadap pasangan karena tidak memiliki pilihan dalam melakukan interaksi sosial dengan lainnya, seperti teman-teman sebaya yang sejati akan lebih vital dan krusial dalam kehidupan kita.

Kenapa? Karena teman biasanya akan bertahan lebih lama bahkan sepanjang hidup ada di dekat kita. Berbeda dengan pacar yang sewaktu-waktu bisa saja pergi apabila hubungan asmara sudah putus atau berpisah dan tidak sedikit pasangan yang sudah putus mau untuk tetap menjalin komunikasi dengan kita. Tak sedikit yang terjadi bahwa putus hubungan pacaran juga berarti putus semua hubungan yang ada, dalam artian untuk menjadi seorang teman pun tidak bisa terjalin dengan beberapa faktor yang ada, seperti perasaan yang terlalu tersakiti.

4. Akan Ada Waktunya Stres Datang

Status galau setelah pacaran lama, lalu ditinggal
Status galau setelah pacaran lama, lalu ditinggal

Menjalin hubungan dengan pacar tentunya tidak akan selalu berjalan mulus. Pasti akan muncul juga berbagai permasalahan yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berbedanya pendapat dan keinginan yang tak jarang menimbulkan adu mulut dan membakar emosi. Sehingga akhir paling fatal dari hal tersebut adalah munculnya stres dalam diri.

Sebagaimana kita tahu bahwa stres juga bisa mengganggu kesehatan termasuk kesehatan pikiran, yang ironisnya tak jarang membuat pelaku menjadi gila dan konyolnya memilih jalan pintas seperti bunuh diri. Bukankah sudah banyak orang yang bunuh diri hanya karena hal sepele seperti pacaran termasuk di Indonesia?

5. Membuat Konsentrasi dan Fokus Hilang

Mengalihkan konsentrasi merupakan turunan dari mengurangi produktivitas. Seseorang yang produktivitasnya berkurang tentu menandakan bahwa konsentrasi yang dimilikinya sedang teralihkan, yang tak lain teralihkan pada pasangannya dalam berpacaran. Sedemikian sehingga seseorang yang konsentrasinya teralihkan tentu akan menghambat kreativitas yang terdapat dalam dirinya, yang mungkin saja bisa menjadikan dan mengembangkan dirinya menjadi pribadi yang lebih baik dalam menyongsong masa depan.

Namun karena konsentrasinya teralihkan, di mana pikirannya hanya tertuju pada orang yang dicintainya, maka kreativitas tersebut akan tetap terpendam bahkan lambat laun hilang. Meskipun sebenarnya tak sedikit pula yang semakin termotivasi oleh pasangannya sehingga kreativitas yang ada di dalam dirinya semakin terasah. Intinya, semua kembali pada diri sendiri dan tingkat kedewasaan yang dimiliki oleh seseorang dalam menjalani kehidupannya termasuk berpacaran dengan lawan jenisnya.

6. Menambah Waktu Melamun

Seseorang yang jatuh cinta pasti akan sering kali memikirkan orang yang dicintainya. Sehingga sering kali pula dia terjebak dalam lamunan, hayalan maupun imajinasi mengenai dirinya bersama orang yang dicintainya tersebut. Begitu juga pacaran, pacaran hanya akan menjadi media yang memperpanjang hayalan tersebut. Padahal belum tentu hayalan tersebut bisa terwujud dan bisa jadi merupakan hayalan yang tidak masuk akal sekalipun.

Hayalan atau pengandaian tersebut bisa saja berbentuk kata-kata yang akan diucapkannya ataupun perbuatan-perbuatan yang akan dilakukannya, dengan kemungkinan realisasi yang masih belum diketahui. Dengan begitu pacaran hanya akan semakin memperliar dan memperpanjang hayalan atau angan-angan yang masih bersifat tidak jelas.

7. Hubungan Terlarang Berimbas Panjang

Cerminan Hubungan Terlarang di Indonesia
Cerminan Hubungan Terlarang di Indonesia

Hubungan terlarang yang dimaksudkan adalah hubungan persetubuhan di luar nikah atau bahasa sekarangnya Making Love (ML). Hal ini sudah bukan lagi sesuatu yang tabu dalam dunia pacaran masa kini. Meskipun banyak sekali disangkal oleh para pelaku pacaran yang memang tidak terjebak di dalamnya, namun yang terjebak di dalamnya pun lantas tidaklah sedikit. Banyak sekali pasangan-pasangan muda yang terjerumus dalam perzinahan ini, tak terkecuali di Indonesia.

Bukankah permesuman telah dilarang oleh semua jenis agama yang ada? Itu berarti melakukan permesuman merupakan larangan dari Tuhan sehingga siapa saja yang melanggarnya sudah pasti memperoleh dosa yang setimpal. Semua pelaku pacaran pasti tahu akan hal ini, meskipun telah disebutkan di awal bahwa banyak yang tidak peduli atau mengindahkan hal ini dan menganggap pacaran sebagai suatu hal yang wajar-wajar saja dilakukan.

8. Memicu Munculnya Kriminalitas

Salah satu bahaya yang bisa saja muncul dari berpacaran adalah memancing tindak kriminalitas. Seperti yang sering kita lihat di televisi bahwa banyak sekali tindak kriminalitas yang dilakukan karena sebab berpacaran. Contohnya adalah saling berkelahi bahkan membunuh hanya untuk memperebutkan seseorang yang disebut pacar.

Bukankah itu konyol? Parahnya lagi, pelaku tindak kriminalitas ini sebagian besar adalah kaum remaja yang masih berseragam sekolah maupun pemuda pemudi dewasa yang duduk di bangku perkuliahan. Sungguh sangat memprihatinkan mengingat bahwa mereka adalah penerus dan masa depan bangsa. Ironisnya, hal tersebut terjadi hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia sendiri.

9. Membuat Iman Semakin Lemah

Pasangan pelaku pacaran yang telah terjebak dalam dunia permesuman tentu menunjukkan bahwa keduanya tak memiliki iman yang kuat. Kalaupun pada awalnya terasa kuat dengan tanda rajin beribadah kepada Tuhannya dalam berpacaran yang telah dilakukan, imannya telah dilemahkan.

Karena seseorang yang iman kuat dan tidak terlemahkan, tidak akan mungkin terjebak dalam dunia perzinahan. Apabila terdapat ragu-ragu dalam dirinya, tentu dia tidak akan mungkin melakukannya. Rasa takut akan melemahnya iman yang dimilikinya akan membuatnya untuk tidak melakukan pacaran dengan lawan jenisnya. Sedemikian sehingga kualitas iman yang dimilikinya akan tetap terjaga.

Pada intinya, bukan berarti pacaran yang terlalu lama, selalu memberikan efek buruk yang sangat mendalam. Sesungguhnya itu semua kembali lagi ke pribadi masing-masing. Bagaimana Kamu semua mengasah kedewasaan dari masalah yang ada. Semakin lama Kamu menjalani hubungan dengan pasangan, seharusnya Kamu semu bisa mengerti cara penyelesaian masalah yang datang dari hari ke harinya, namun sayangnya banyak sekali yang tak pikir panjang, hanya dengan kekonyolan dan kesalahan sepele, langsung mengakhiri hubungan dengan pasangannya. Kamu tetap harus bersyukur apa yang Kamu miliki, jika kamu bersyukur, alhasil semua akan berjalan dengan baik, dan dengan kejujuran dalam hubungan, itu juga bisa menjadi salah satu faktor awetnya suatu hubungan. Cheers…