Dua Orang Sapioseksual Bertemu? Bagaimana Bisa?

Sapioseksual memang merupakan suatu sifat yang tidak banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia.
Sapioseksual memang merupakan suatu sifat yang tidak banyak dimiliki oleh masyarakat Indonesia.

Zingga Nusantara Kalian pasti pernah mendengar istilah sapioseksual. Saya sendiri pertama kali menemukan istilah sapioseksual ini belum lama. Mungkin sekitar satu atau dua tahun yang lalu. Kampungan ya? Ya tapi memang begitu faktanya. Percaya atau tidak, pertama kali Saya menemukan istilah ini adalah dari sosial media dating, Tinder.

Pada waktu itu Saya melihat profil seorang wanita yang bertuliskan “Penyuka Sapioseksual, Bukan Sembarang Personal“. Awalnya Saya pikir itu menjurus-jurus ke hal-hal yang memang negatif. Tapi ternyata itu adalah suatu ungkapan yang memang Saya baru ketahui.

Lalu bagaimana jika dua orang yang memiliki sifat sapioseksual bertemu, dan apa yang akan terjadi? Belakangan akrab banget sama istilah yang satu ini: sapioseksual. Ini bukan kelainan tapi lebih kepada buah pemikiran seseorang dalam mencari pasangan hidupnya, baik sementara, maupun selamanya.

Apa itu sapioseksual?. Kita bahas sedikit soal sapioseksual itu sendiri. Sapio itu sendiri adalah orang yang tertarik pada kecerdasan seseorang dalam kaitannya dengan hubungan romantis. Faktor utama kenapa bisa naksir ya karena dia itu pinter. Makanya terasa dan terlihat menarik. Begitu kura-kura(ungkapan untuk pembaca seword.com, karena Saya juga suka menuliss di seword).

Saya pikir, istilah talkgasm yang suka saya gunakan di tulisan-tulisan saya sebelumnya ada kaitannya sama ini. Setelah dipikir-pikir, saya sepertinya masuk ke dalam golongan ini. It because I realize that stupid people are insulting me, aneh deh. Haha.

Lalu belum lama ini Saya juga menemukan curhatan para sapio di sini.

Akan tetapi, bukan artinya Saya ini pintar atau punya sifat kental seperti pembahasan ini. Ini hanya soal diferensiasi pemikiran yang Saya punya. Saya hanya lelah saat berpura-pura menjadi seorang pria yang pendiam. Walaupun di sisi lain Saya mengakui bahwa Saya bukanlah orang yang pintar dan memilki banyak hal yang bisa membuat orang luar tertarik dengan Saya.

Sampai saat ini Saya belum pernah bertemu dengan hal ini. Namun Saya pernah mendapatkan cerita dari Guru matematika Saya waktu masih sekolah di SMP Santa Lusia dulu, Bapak Flores Hutahaean, dimana apabila orang yang sangat jenius atau pintar atau pemikir bertemu dan menikah, maka mereka akan menurunkan keturunan yang berkebalikan.

Hal tersebut membuat Saya berpikir sampai sekarang apakah benar seperti itu bisa terjadi atau tidak. Namun Saya meilhat beberapa rekan yang memiliki kedua orang tua yang tergolong sapioseksual, anak dari mereka (yaitu rekan Saya) memang benar berkebalikan dari orang tua mereka. Lalu, ini mitos atau fakta ?