Dampak Negatif Selebgram Kepada Masyarakat

Salah Satu Selebgram, Anya Geraldine dengan Sang Kekasih

Zingga Nusantara РSetelah membahas mengenai sisi positif para selebgram, mari kali ini kita bahas dampak negatif selebgram. Banyak sekali memang orang-orang yang belum mempercayai kesaktian internet pada zaman sekarang ini. Namun dengan adanya selebgram, memang sudah terbukti bagaimana internet bekerja. Namun memang masih ada sisi negatif dari selebgram. Berikut ini pembahasannya.

1. Menimbulkan Rasa Iri dan Dengki

Selain menjadi mengidolakan dan jadi terobsesi pengin jadi seperti mereka, kita juga bisa terjebak menjadi orang yang selalu iri atau benci pada mereka. Rasa iri atau benci ini bisa tumbuh karena memang dasarnya tidak suka pada gaya hidup atau karakter mereka, atau karena kita tidak bisa mengikuti atau jadi seperti mereka sehinga jadi iri.

Kalau terus didiamkan alias dilanjutkan, lama-lama kita akan menjadi haters. Yang tentu saja tidak penting dan tidak ada gunakanya. Mengahabiskan waktu dan tenaga kita untuk membenci dan mem-bully orang yang mungkin tidak kita kenal sama sekali.

Lebih baik waktu dan tenaganya kita pakai buat kegiatan yang bisa meningkatkan kualitas diri kita. Misalnya olahraga, belajar, menekuni hobi baru, perawatan tubuh dan lainnya. Tidak ada gunanya kebanyakan ngurusin dan ngomongin orang lain.

2. Khayalan Tingkat Tinggi

Kehidupan yang selalu ditampilkan oleh para selebgram di akun mereka ini adalah kehidupan yang serba sempurna, bahagia dan keren. Jarang banget mereka menampilkan yang sedih. Kalau pun ada ya, sedikit membuat suasana galau atau baper dengan quotes yang mendukung. Gambaran kehidupan yang sempurna ini lama-lama menempel di benak kita.

Kalau kita banyak follow selebgram yang semuanya memperlihatkan hanya sisi bahagia kehidupan mereka, misalnya belanja barang mahal, liburan ke luar negeri, pacaran yang romantis, dan lainnya, lama-lama kita jadi percaya bahwa kehidupan yang serba sempurna atau bahagia itu memang ada. Alias jadi delusional, yaitu mempercayai apa yang salah atau yang tidak ada sebagai sesuatu yang nyata atau benar.

Padahal tentu saja, para selebgram itu sama seperti kita, manusia biasa, yang di balik kesempurnaan foto-foto kece mereka di Instagram, mereka pasti punya sisi gelap, sisi sedih dan menderita juga. Hanya saja mereka memang umumnya tidak memilih untuk menampilkannya.

Jadi pintar-pintar menyeimbangkan kegemaran kita mengidolakan selebgram ini ya girls, jangan semuanya langsung dipercaya dan diyakini gitu aja. Kita juga perlu kritis dan pilih-pilih agar tidak jadi delusional.

3. Punya Banyak Tujuan yang Tidak Realistis

Saat kita sudah mempercayai kalau kehidupan para selebgram yang serba sempurna itu ada, pasti akan mulai muncul perasaan pengin seperti itu. Alias jadi punya goals atau cita-cita pengin jadi bahagia dan keren seperti mereka.

Masalahnya, kadang banyak netizen, khususnya yang masih remaja sepeti kita kurang bisa menyaring mana yang sebenarnya layak dijadikan goals dan mana yang tidak. Jadi punya terlalu banyak goals yang bisa dibilang dangkal.

Sang selebgram upload foto mesra bahkan kontroversial dengan pacaranya dibilang #realtionshipgoals. Si selebgram upload foto seksi pakai bikin, langsung dijadikan #bodygoals. Si selebgram upload foto lagi pesta bareng teman-temannya langsung dijadikan #friendshipgoals.

Kadang kita tidak pikir panjang saat menjadikan semuanya goals kita. Tapi coba deh pikir lagi, apa memang semua itu layak kita jadi goals atau cita-cita dari hidup kita?

Apakah memang sepenting itu untuk bisa terlihat seperti mereka? Atau mungkin masih banyak hal lain yang lebih penting dan berbobot yang bisa kita jadikan goals dalam hidup?

Toh, sekali lagi, kita kan tidak tahu pengorbanan atau perjuangan yang harus dihadapi oleh para selebgram ini dalam membuat foto-foto kece, yang kita anggap goals ini.

Beberapa hal positif seperti bisa liburan ke luar negeri atau rajin olahraga demi membentuk tubuh mungkin memang oke untuk dijadikan goals, tapi kalau cuma sekedar hal-hal yang terkesan pamer kemesraan atau kekayaan, kayaknya harus dipikirkan lagi, ya, girls.

4. Obsesi yang Menggebu-gebu

Saat kita memaku pikiran kita untuk pengin bisa jadi seperti mereka, alias menjadikan gaya hidup para selebgram ini sebagai goals hidup kita, kita akan makin jadi terobsesi dengan hal itu. Kita jadi ngebet banget pengin bisa kayak mereka, mengikuti gaya hidup mereka yang serba mewah, romantis dan sempurna, tanpa memikirkan atau mempertimbangkan kepasitas kita.

Kapasitas di sini maksudnya kemampuan materi, umur, dan mungkin karakter atau fisik kita sendiri. Kita jadi punya obesesi yang tidak realistis yang sebenarnya tidak sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita. Alhasil kita bisa jadi stres sendiri.

5. Tidak Bersyukur dengan Apa yang Kita Miliki

Saat sudah punya obesesi yang tidak realistis seperti itu, kita jadinya udah tidak memikirkan hidup kita sendiri. Ya karena sudah terobsesi pengin bisa menjalani kehidupan ala si selebgram itu. Jatuhnya, kita jadi tidak mensyukuri kehidupan kita sendiri.

Selalu mengeluh dan menyesali nasib kita karena selalu membandingkannya dengan kehidupan para selebgram yang terlihat serba sempurna. Kalau udah tidak menerima dan mensyukuri hidup kita sendiri, kita tidak akan pernah merasa puas dan bahagia.

(zna)