Bos yang Bagus Lebih Baik di Perusahaan Apa?

Rating Dong

Tentu ingin dua-duanya bagus. Tentu tak mau keduanya jelek. Itu bukan opsi keren. Karena tak perlu mikir panjang . Bagus keduanya, betah berlama-lama. Surga dunia utk kerja. Jelek keduanya, angkat koper segera. Hijrah.

Bos yang baik

Waktu bos bagus, saya belajar apa saja dengan dukungannya. Jadi cerdas. Waktu perusahaan bagus, saya belajar apa saja dari dukungan anggaran yang lega. Injak gas berkarir. Mumpung bisnis moncer.

Waktu bos jelek, kujadikan sparring partner. Beda cara berfikir, sebel sama debat2nya, susah dapat approvalnya. Itu ujian ketabahan. Keuletan.

Waktu perusahaan jelek, kubelajar survival. Jurus bertahan hidup. Termasuk mengerti kenapa anggaran training masuk freezer. Juga semua promosi. Mengalami, meresapi, tak cuma berteori.

Stop! Ini ngomong jelek bagus. Kriterianya apa? Menilai bos bagus jelek? Tak ada dalam jobdesc. Lha saya ini karyawan jelek apa bagus? Ah, sebetulnya kesempatanku belajar dan belajar. Ambil mata pelajaran, disela debur ombak di perusahaan. Peselancar sejati gak ributin ombak, tapi cari jalan enjoy. Enjoy belajar. Kan dibayar. Nikmat mana yang kudustai? Kamu, pernah stres dapet bos jelek? Dapet perusahaan jelek? Pilih mana?

#insanikhtiar

Tulisan ini dibuat oleh Bpk. Wisudho Harsanto, People and Organization Transformation Practitioner