Freshgrad Berani Nego Gaji?

Rating Dong

“Setelah nego saya gak dipanggil lagi!” Keluh kawan freshgrad. Worry peluang bablas. Jadi ingat cerita lucu interview freshgrad. Zaman old. Saya [S] sebagai rekruter dengan kandidat [K]. Freshgrad perlente abis, bawa mobil mewah. Ini kutipan ngobrol bagian akhir.

S: Saya cek, anda quote aspirasi gaji ,…hmmm 4x UMK ini. Benar segini?
K: Sorry, I don’t know what UMK is. Tapi benar segitu. Not big, kan?
S: Ada yang lain?
K: Oh, sure. I want car. Fuel dicover. Medical insurance, VIP. Annual leave 20 days…apalagi ya..
S: Gimana kalo Fitness and Golf membership. Annual MCU at Singapore. Driver. Semua free dari perusahaan. Sounds great?
K: [berbinar]. Wow, superb! Bapak tidak bercanda kan?
S: [senyum]. Tentu saja bercanda. Gimana enggak? Angka gaji, mobil, bensin, asuransi VIP, cuti 20 hari. Itu bercanda. Saya nambahin canda aja.

Freshgrad harus berani nego gaji

NEGO dan MINTA itu beda banget. NEGO, modalnya: Riset market, bargaining position, skill nego. Minim 3 itu. MINTA? Gak perlu amunisi. Hajar aja.

Kawan freshgrad tadi nego, ajukan jumlah biaya hidup dia. Kuberi kultum soal C&B. Konsep 3P untuk Pay: for Position, Performance, Person. Gak ngitung dari berapa ongkos [gaya] hidupku. Dia ketawa lepas. NEGO vs MINTA. Kamu gmn? Nego, minta, apa terserah recruiter ?

#insanikhtiar

Tulisan ini dibuat oleh Bpk. Wisudho Harsanto, People and Organization Transformation Practitioner