Panen Cabai Ditengah Musim Bunga

Rating Dong

Malam ini aku membawa sebaket cabai bukan sebaket bunga.
Karena bunga tidak akan bisa menyampaikan maksudku kepadamu,
lagipula kalau pun aku bawa bunga.. …dia akan layu digenggamanmu karena rupanya yang kalah lucu denganmu.

Panen Cabai Ditengah Musim Bunga

Lihatlah cabai yang kuberikan kepadamu, yang berwarna merah sedikit agak orens,, itulah senja dan fajar…mereka memang datang hanya sebentar tapi setia dengan warna yang sama,
tidak seperti langit yang gemar merubah rubah warnanya, langit begitu angkuh ….
lihat saja sewaktu waktu akan ku patah kaki kakinya..

Kemudian hijau. Hijau itu berarti ayo jalan….. kata lampu sirkuit balap di jakarta ( balap macet) , bukan aku mengajakmu untuk jalan, tapi itu adalah doaku untuk kamu yang sedang beradi di kemacetan.. Macetnya tidak jadi masalah,
tapi yang menjadi masalah ketika aku tahu kamu tidak suka menunggu.
itulah hijau yang kumaksud yakni dasar dari segala harapan dan bukti dari apa yang tak terlihat..( iman ).

Dan daun, daun cabai itu sengaja ku ikut sertakan karena jarang ada orang yang mengetahui bentuk daun cabai.
Aku yakin suatu saat nanti akan ada kuis tentang bagaimana bentuk daun cabai.. Setidaknya aku lega karena aku yakin bahwa kamu pemenangnya, kenapa tidak? Siapa tahu hadiahnya rumah mewah dengan kolam renang, jadi kita hanya tinggal memikirkan nama yang bagus untuk anak anak kita….
Hahhaaa tidak aku hanya becanda , aku masih ingin menjadi temanmu saja..

Dilan pernah bilang sama milea kalau jangan ada yang menyakitinya, dan ketika ditanya oleh milea kenapa,? Dilan menjawab: karena besok orang itu akan hilang.
Dan sekarang aku pernahkan diriku berkata padamu: jangan pernah aku tahu ada yang menyakitimu karena orang itu besoknya akan masuk penjara dan kupastikan setiap tengah semesternya orang itu akan pindah dari satu bilik ke bilik lainnya . Zefa jangan lagi kau tanya kenapa.. Karena tidak ku berikan kesempatan baginya menjadi kepala kamar… biar saja di siksa….
Jangan dulu bilang aku kejam karena pemberontak sekalipun punya cinta, dan ku rasa ayahmu akan mendukung aksi ku karena dia sendiri yang bilang bahwa tidak senang anak perempuannya memiliki luka.

Oleh: Jojoe saputra, CEO Zingga Nusantara

Jojoe Saputra

Jojoe Saputra

Lawyer at Street Lawyer
Street Lawyer | Writter | Love Consultant
Jojoe Saputra