Apakah Recruitment Sama Dengan People Purchasing?

Rating Dong

Recruitment – Pengadaan dilakukan oleh purchasing/procurement/sourcing. Pengadaan dibedakan antara capex dan opex. Yang capex hitung-hitungan nya panjang. Barang modal. Ada depresiasi. Setelah sekian tahun nilai buku nol. Ada maintenance agar usia pakai bisa diperpanjang. Lalu dipensiunkan, diremajakan. Opex karena rutin, lebih sederhana. Semua pengeluaran maunya hemat.

recruitment sama dengan people purchasing

Proses pengadaan=tender. Dari prakualifikasi sampai dapat pemenang. Mengerucut dari banyak peserta ke satu dua pemenang. Soal transparency, integrity, fairness itu pilihan institusi.

RECRUITMENT atau PEOPLE PURCHASING

Pengadaan karyawan serupa. Catat: Karyawan gak berlaku depresiasi. Makin panjang masa kerja, malah terapresiasi. Harga naik. Logic kontribusi kudu naik. Tanpa people development, bisa tekor. Dengan growth mindset, batas upgrading SDM itu langit. Kalau mesin obsolet berarti di-scrap. Jual kiloan.

Cari pemenang tender, seleksi berlapis. Kepatuhan, ketepatan, kepatutan, harga kompetitif. Budget itu relatif, gak boleh naif. Harga terendah dari penawar-qualified yang juara, biasa.

Ikut tender, ikut nawar, sebut harga. Siap cek BoQ & unit rate. Hargaku tak terbeli? Mungkin aku ini Lamborghini ikut tender taksi. Atau aku kelas tauge ikut tender moge. Semua pengalaman berharga, bermakna. Move on.

Tender dilakukan guna mendapatkan rasource terbaik dng harga kompetitip, maka terbitlah invitation. Berbekal dokumen tender yg di iklankan (dokumen tender terdiri dari scope of work, contract condition and technical specifications) bermunculanlah bid doc, proses seleksi dimulai.

Bid yang potensial di invite untuk menjelaskan semua persyaratan dalam dokumen tender termasuk biaya yg di butuhkan..yg dicari buyer sparepart atau new equipment? Jikalau sparepart, tipenya pabrikan atau custom? Kalau new equipment spec nya yg high grade atau midle grade? paling tidak jika yang di tenderkan sparepart, pricing listnya bisa diliat di katalog, jd ga usah repot-repot bikin breakdown.

Akan tetapi jikalau yg ditenderkan new equipment, pricing list bisa disesuaikan dng expectation and improvement impact yg dinginkan buyer, so supaya tdk salah kamar, buyer harus jujur saat menginfokan document tender, termasuk budgetnya.

Tulisan ini dibuat oleh Bapak Wisudho Harsanto, People and Organization Transformation Practitioner

Ranika Bagun

Ranika Bagun

Reporter at InaKoran.com
Ranika Bagun adalah senior reporter di InaKoran.com dan saat ini masih menjadi aktifis di salah satu organisasi jurnalis di Indonesia.Rani juga merupakan lulusan Deakin University, Australia.
Ranika Bagun

Latest posts by Ranika Bagun (see all)