Apa Kelebihan Memperkerjakan Single Mom?

Rating Dong

Kenapa beberapa Perusahaan nampaknya segan mempekerjakan “single mom with children“?

Single Mom with Children

Ada beberapa hal sebenarnya yang dimiliki oleh “single mom with children” yang banyak orang belum tahu. Apa sajakah itu? Simak pembahasan singkatnya di bawah ini:

1. Struggle

Berusaha keras mempertahankan pekerjaannya karena ada anak-anak yang harus dikasih makan, dengan kata lain mereka pasti MAU untuk mengerjakan pekerjaan yang mungkin ditolak oleh karyawan yang lain, bahkan mungkin para lelaki.

2. Provident

Mereka rela lho masak, bawa makan siang utk menyisihkan gaji yang tak seberapa besar itu agar bisa menggaji orang lain untuk mengawasi anak2 mereka ketika mereka bekerja.

3. Loyal

Oleh karena mereka menyadari sudah menggantungkan hidup mereka dan anak2nya pada si ‘pemberi nafkah’.

4. Competitive

Mereka tidak akan segan2 belajar terus agar posisi yg mereka punya sekarang tidak digantikan oleh orang lain.

Jawaban dari Bapak Wisudho Harsanto:

Issue mendasar dari pekerja itu adalah manajemen waktu. Antara work dgn life. Sebagian nature of job begitu rutin repetitive, 8 to 5 dan harus berada di tempat kerja.

Sebagian lagi tak berurusan dengan waktu dan tempat, asal setoran. Sebagian lagi diantara keduanya. Saya sendiri, akan melakukan diskusi utk kandidat single mother with infant.

Untuk benar-benar mengerti, prioritas hidupnya untuk bayi mungil yg sangat tergantung bunda. Termasuk ASI eksklusif.

Jika STRUGGLE itu kesimpulan, maka definisi operasionalnya adalah pantang membentur2kan kerja dan single mothernya. Biasanya diskusi panjang itu membuahkan supporting-squad yang nyata. Karena se struggle2nya seseorang, ia tetap perlu membangun dukungan.

Memberi pekerjaan atau menguatkan fokus pada kemuliaan peran bunda yg tak tergantikan [ gak dpt kerja] dg argumen yg disepakati. Struggle itu, artinya pantang minta dimengerti, dimaklumi, dan cengeng jika konflik waktu datang. Jika hasil assessment struggle itu tak seindah statement, mari belajar lagi. Saling mengerti itu seperti bertepuk tangan.

Ranika Bagun

Ranika Bagun

Reporter at InaKoran.com
Ranika Bagun adalah senior reporter di InaKoran.com dan saat ini masih menjadi aktifis di salah satu organisasi jurnalis di Indonesia.Rani juga merupakan lulusan Deakin University, Australia.
Ranika Bagun